Mahasiswa paparkan materi pembuatan lilin aromaterapi dari limbah rumah tangga di Desa Purwosuman
Jatengx.com, Sragen — Minyak goreng bekas yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Hal itu diperkenalkan mahasiswa KKN Reguler Periode II Universitas Diponegoro (Undip) kepada ibu-ibu PKK Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/8) di halaman Balai Desa Purwosuman tersebut mengajak peserta mengenal cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Program ini menjadi bagian dari kegiatan KKN mahasiswa Undip di Desa Purwosuman.
Pengolahan minyak jelantah dipilih karena limbah tersebut masih kerap dibuang secara sembarangan. Pembuangan minyak ke saluran air dapat mencemari lingkungan, sementara penggunaan minyak goreng secara berulang juga perlu diperhatikan dari sisi kesehatan.
Mahasiswa KKN kemudian menawarkan pemanfaatan minyak jelantah sebagai alternatif untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Desa Purwosuman bersama Ketua TP PKK Desa Purwosuman. Tim KKN Undip kemudian memaparkan konsep kegiatan, dilanjutkan dengan presentasi dari Tim KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) yang turut melaksanakan kegiatan di desa tersebut.
Materi disampaikan secara lintas bidang oleh mahasiswa KKN Undip. Marina Alawiyah dari Program Studi Kesehatan Masyarakat menjelaskan dampak minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan. Levina Zahira dari Ilmu Hukum memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban konsumen serta aspek yang perlu diperhatikan apabila produk dikembangkan menjadi usaha.
Sementara itu, Zumrotun Najja dari Akuntansi Perpajakan mengenalkan cara sederhana menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Materi tersebut diberikan sebagai bekal bagi peserta apabila lilin aromaterapi yang dihasilkan nantinya dikembangkan menjadi produk usaha.
“Minyak jelantah jangan hanya dilihat sebagai limbah yang harus dibuang. Dengan pengolahan yang tepat, bahan tersebut masih bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan bahkan berpotensi menambah pendapatan,” ujar mahasiswa KKN Undip dalam kegiatan tersebut.
Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi. Anis Sabila dari Program Studi Kimia dan Adinda Bintang Omega dari Ilmu Pemerintahan memandu langsung proses pengolahan minyak jelantah hingga menjadi lilin.
Peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya mengenai proses pembuatan, bahan yang digunakan, hingga peluang pengembangan produk. Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah peserta yang tertarik mencoba membuat lilin aromaterapi secara mandiri.
Sebagai tindak lanjut, setiap peserta membawa pulang lilin aromaterapi hasil karya mahasiswa yang telah dikemas. Peserta juga mendapatkan leaflet berisi panduan pembuatan lilin sehingga materi pelatihan dapat dipraktikkan kembali di rumah.
Leaflet tersebut disusun melalui kolaborasi dengan Rafa Ahmad Fahrezi dari Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Undip. Kolaborasi lintas bidang tersebut melengkapi kegiatan dengan media panduan yang dapat digunakan peserta setelah pelatihan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap keterampilan mengolah minyak jelantah tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.
Pemanfaatan limbah tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu upaya mengurangi limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Purwosuman.
Penulis: Marina Alawiyah
Editor: Azis



