Mahasiswa KKN UPGRIS menghidupkan kembali kawasan hijau dengan mengembangkannya menjadi Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga), Selasa (25/8/2026).
Jatengx.com, Kab. Semarang — Lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah warga kini kembali dimanfaatkan sebagai ruang hijau. Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 bersama warga RT 03 RW 03 Kelurahan Kranggan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan mengembangkannya menjadi Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga), Selasa (25/8/2026).
Sebelum ditata menjadi taman, lahan tersebut sempat digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Tumpukan sampah yang berada di kawasan itu menimbulkan persoalan lingkungan, terutama saat musim hujan karena memunculkan bau dan mengurangi kenyamanan warga sekitar.
Ketua RW 03 Kelurahan Kranggan, Sulasi Pranoto, mengatakan kondisi tersebut mendorong warga mencari solusi agar lahan tidak kembali digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.
“Dulu memang tempat itu digunakan untuk membuang sampah. Kemudian kami mencari solusi agar tidak menjadi tempat sampah lagi. Kawasan tersebut akhirnya dikembangkan melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan ditata menjadi taman,” ujarnya.

Taman yang telah dibangun tersebut sempat kurang terawat selama sekitar satu tahun. Melihat kondisi itu, Divisi Lingkungan KKN UPGRIS Kelompok 20 kemudian berinisiatif mengajak warga kembali memanfaatkan kawasan tersebut.
Mahasiswa bersama warga melakukan kerja bakti dengan membersihkan dan merapikan area taman. Setelah itu, kawasan dikembangkan menjadi Taman Toga dengan menanam berbagai tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat keluarga.
Fahmi Aziz, anggota Divisi Lingkungan KKN UPGRIS Kelompok 20, mengatakan pengembangan Taman Toga berawal dari hasil observasi mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di RW 03.
“Kami melihat taman yang sebenarnya sudah ada ini memiliki potensi untuk kembali dimanfaatkan. Karena itu, kami mencoba menghidupkannya kembali bersama warga melalui penataan dan penanaman tanaman Toga,” kata Fahmi.
Menurut dia, keberadaan Taman Toga diharapkan tidak hanya membuat kawasan menjadi lebih tertata dan hijau, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Harapannya, taman ini tidak hanya menjadi lebih tertata, tetapi juga bisa terus dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat setelah KKN selesai,” ujarnya.
Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Melalui kerja bakti bersama, mahasiswa dan masyarakat tidak hanya membersihkan kawasan, tetapi juga membangun kembali kepedulian terhadap lingkungan yang sempat kurang terawat.

Sulasi mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai memberikan dorongan bagi warga untuk kembali mengelola kawasan tersebut.
“Alhamdulillah, ada motivasi dari rekan-rekan KKN sehingga kami bisa mengurus kembali kawasan ini dan menjadikannya Taman Toga. Semoga Taman Toga ini memberi banyak manfaat untuk warga RW 03 pada khususnya dan masyarakat Kranggan pada umumnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras mahasiswa dalam menghidupkan kembali taman tersebut.
“Saya sangat berterima kasih karena sudah bekerja keras dan memotivasi warga untuk membuat Toga. Semoga yang sudah dikerjakan anak-anak UPGRIS ini sangat bermanfaat dan ilmu yang didapat bisa dikembangkan di masa yang akan datang,” tambahnya.
Bagi KKN UPGRIS Kelompok 20, Taman Toga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab kebutuhan lingkungan berdasarkan kondisi yang ditemukan di masyarakat.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penataan fisik, tetapi juga mendorong pemanfaatan kembali ruang yang sebelumnya kurang terkelola agar memiliki fungsi yang lebih bermanfaat.
Lahan yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah kini diarahkan menjadi ruang hijau yang dapat digunakan masyarakat. Ke depan, keberlanjutan Taman Toga diharapkan dapat dijaga bersama oleh warga agar manfaatnya tetap dirasakan meski masa pengabdian mahasiswa KKN di Kelurahan Kranggan telah berakhir.
Penulis: Inti Marisa Khoghiroh, Tim Publikasi KKN UPGRIS Kelompok 20
Editor: Azis



