Mahasiswa lakukan pengenalan singkat mengenai sains dan fisika kepada Siswa SDN 03 Randu
Jatengx.com, Batang – Belajar sains tidak selalu harus dilakukan melalui buku dan hafalan. Mahasiswa KKN-T 128 Universitas Diponegoro (Undip) mengenalkan konsep fisika kepada siswa SDN 3 Randu, Desa Randu, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, melalui eksperimen sains sederhana.
Kegiatan bertajuk “Pengenalan Konsep Fisika melalui Eksperimen Sains Sederhana” tersebut merupakan bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan KKN-T 128 Undip. Kegiatan dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat mengamati dan mencoba langsung berbagai eksperimen.
Kegiatan diawali dengan pengenalan singkat mengenai sains dan fisika. Mahasiswa mengajak siswa membahas sejumlah fenomena yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dari fenomena sederhana tersebut, siswa diajak memahami bahwa berbagai peristiwa di sekitar mereka dapat dijelaskan melalui konsep sains.
Suasana belajar semakin menarik ketika mahasiswa memperkenalkan eksperimen Magic Milk. Eksperimen tersebut menggunakan bahan sederhana, seperti susu, pewarna makanan, bedak, dan sabun cair.
Susu yang telah dituangkan ke dalam wadah diberi beberapa tetes pewarna makanan. Setelah itu, permukaannya ditaburi bedak. Ketika sabun cair diteteskan, warna-warna pada permukaan susu mulai bergerak dan menyebar membentuk pola yang menarik.
Siswa tampak penasaran melihat perubahan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan mencoba melakukan eksperimen dan mengajukan pertanyaan mengenai penyebab warna pada susu dapat bergerak.
Mahasiswa kemudian menjelaskan bahwa pergerakan tersebut berkaitan dengan interaksi sabun dengan lemak yang terdapat dalam susu. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana agar siswa dapat memahami hubungan antara fenomena yang mereka lihat dengan konsep sains.
“Melalui eksperimen sederhana seperti Magic Milk, kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa fisika dan sains sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi bisa melihat langsung fenomenanya dan mencari tahu mengapa hal tersebut dapat terjadi,” ujar salah satu mahasiswa KKN-T 128 Undip.
Setelah eksperimen Magic Milk, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi gunung meletus. Dengan menggunakan bahan-bahan sederhana, mahasiswa memperagakan reaksi yang menghasilkan busa dan keluar dari wadah menyerupai lava.
Eksperimen tersebut kembali menarik perhatian siswa. Mereka diajak mengamati proses yang terjadi, kemudian memahami bahwa perubahan yang terlihat merupakan hasil dari reaksi antarbahan.
“Yang kami harapkan bukan sekadar siswa merasa senang melihat eksperimen, tetapi mereka juga mulai terbiasa bertanya, mengamati, dan mencoba mencari penjelasan dari suatu kejadian. Dari rasa ingin tahu itu, ketertarikan terhadap sains bisa tumbuh,” kata mahasiswa tersebut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Sains Battle. Sesi ini dikemas dalam bentuk permainan tanya jawab untuk menguji kembali pemahaman siswa mengenai materi yang telah dipelajari.
Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan eksperimen Magic Milk, simulasi gunung meletus, serta konsep sains sederhana yang sebelumnya telah dibahas. Siswa saling berlomba memberikan jawaban dan menunjukkan pemahaman mereka terhadap eksperimen yang baru saja dilakukan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T 128 Undip berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa SDN 3 Randu. Eksperimen dipilih sebagai media pembelajaran karena siswa dapat melihat secara langsung fenomena yang sebelumnya mungkin hanya mereka temui dalam buku pelajaran.
“Belajar fisika tidak harus selalu identik dengan rumus. Dari perubahan warna pada susu atau reaksi yang menghasilkan busa, siswa sudah bisa mulai mengenal bagaimana konsep sains bekerja. Kami ingin pengalaman sederhana ini membuat mereka lebih tertarik untuk belajar dan mengeksplorasi sains,” ujar mahasiswa KKN-T 128 Undip.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus membangun suasana belajar yang lebih menyenangkan. Melalui pendekatan eksperimen, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terbiasa mengamati, bertanya, dan berpikir kritis terhadap berbagai fenomena di lingkungan sekitar.
Kegiatan “Pengenalan Konsep Fisika melalui Eksperimen Sains Sederhana” menjadi bagian dari rangkaian program kerja sosial kemasyarakatan KKN-T 128 Undip selama melaksanakan pengabdian di Desa Randu, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang.
Pemulis: Luthfia Harminanta Putri
Editor: Azis



