Jatengx.com, Sragen – Kecamatan Mondokan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sragen yang memiliki beragam potensi wilayah, mulai dari potensi wisata, ekonomi lokal, hingga adat istiadat yang masih terjaga di setiap desa. Namun demikian, hingga saat ini potensi-potensi tersebut belum terdokumentasi secara terpadu dalam satu peta potensi kecamatan, sehingga informasi mengenai potensi wilayah belum tersaji secara optimal sebagai dasar perencanaan dan pengembangan kawasan. Selain itu, keberadaan Tugu Mandiro sebagai ikon Kecamatan Mondokan juga belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai penanda spasial dan penguat identitas wilayah.
Menjawab permasalahan tersebut, Catherine Putri Natasha, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan, yang tengah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Mondokan, menggagas program kerja bertajuk “Penyusunan Peta Potensi Kecamatan sebagai Identitas Kecamatan Mondokan sebagai Kawasan Wisata.” Program ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta memetakan potensi wilayah secara terpadu guna mendukung penguatan identitas kecamatan dan pengembangan kawasan berbasis potensi lokal.
Dalam pelaksanaannya, Catherine melakukan serangkaian kegiatan berupa observasi lapangan, pengumpulan data spasial dan non-spasial, serta wawancara dengan perangkat kecamatan dan masyarakat setempat. Hasil pemetaan menunjukkan beragam potensi wilayah yang berhasil diidentifikasi, meliputi potensi wisata, fasilitas pelayanan kecamatan, ikon wilayah berupa Tugu Mandiro, serta potensi ekonomi lokal. Salah satu potensi yang turut diangkat dalam pemetaan tersebut adalah keberadaan Embung di Desa Pare, yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan dan aktivitas masyarakat Kecamatan Mondokan.
Sekretaris Kecamatan Mondokan, Budiyanto, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa keberadaan peta potensi kecamatan sangat dibutuhkan sebagai media informasi wilayah.
“Dengan adanya peta potensi ini, potensi yang ada di Kecamatan Mondokan dapat terlihat secara jelas dan terintegrasi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan pengembangan wilayah ke depan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari program kerja tersebut, Peta Potensi Kecamatan Mondokan secara resmi diserahkan kepada pihak kecamatan pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Kantor Kecamatan Mondokan. Penyerahan peta dilakukan secara langsung oleh Catherine Putri Natasha kepada Budiyanto selaku Sekretaris Kecamatan Mondokan.
Melalui penyusunan peta potensi kecamatan ini, diharapkan informasi mengenai potensi wilayah Kecamatan Mondokan dapat diakses dengan lebih mudah oleh pemerintah maupun masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan potensi wisata dan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat identitas Kecamatan Mondokan sebagai kawasan yang memiliki potensi wilayah yang beragam dan berkelanjutan.
Editor : Azis

