Mahasiswa KKN UPGRIS ajak ibu-ibu memperhatikan gizi makanan yang dikonsumsi balita
Jatengx.com, Demak – Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 36 ikut berkontribusi membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu Balita dan Posyandu Lansia di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa (18/8/2026).
Para mahasiswa juga hadir dengan memberikan penyuluhan kesehatan bagi warga yang hadir.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini disambut antusias oleh puluhan ibu yang membawa balita serta warga lanjut usia dari tiga dusun di Desa Waru.
Mahasiswa KKN terlihat sigap mendampingi kader kesehatan desa dalam proses pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pencatatan grafik perkembangan pada Kartu Menuju Sehat (KMS).
Pelayanan yang terintegrasi ini mampu menjangkau sasaran masyarakat dalam jumlah besar.
Berdasarkan keterangan petugas kesehatan di lokasi, tingkat partisipasi warga terbilang sangat tinggi.
“Lansia yang datang kurang lebih ada 100 orang. Kalau untuk bayi/balita juga banyak (100 lebih) karena digabung dengan imunisasi. Imunisasi seperti BCG dan Campak kan tidak bisa bertahan berhari-hari (maksimal 3 jam setelah dibuka), makanya dibuka pelayanan bersamaan agar ramai dan langsung disuntikkan,” ungkap Ibu Sri eka julianti A. Md. Keb

Di sela-sela pelayanan Posyandu Balita, mahasiswa KKN menginisiasi penyuluhan interaktif mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam masa keemasan (golden age) anak.
Materi yang disampaikan berfokus pada langkah-langkah konkret pencegahan stunting melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, pola pengasuhan yang tepat, serta penekanan pentingnya ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) kaya protein hewani. Para ibu balita menyimak dengan saksama dan aktif berdiskusi mengenai variasi menu makanan untuk anak yang sulit makan.
Tidak berhenti di situ, pelayanan berlanjut pada Posyandu Lansia. Pada sesi ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat di usia senja. Warga lansia diajak untuk memahami pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular melalui pemeriksaan rutin tekanan darah, kadar gula darah, dan asam urat.
Tidak hanya itu, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mulai dari pola makan, pola tidur, lalu cara menjaga kebersihan dalam sehari-hari dan pemeliharaan kesehatan mental agar para lansia tetap mandiri, bahagia, produktif, dan bersemangat.

Koordinator kegiatan KKN UPGRIS Kelompok 36 menegaskan bahwa program pendampingan posyandu ini akan dijadikan agenda rutin mingguan selama masa pengabdian di Desa Waru.
Ia menyampaikan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa dari balita hingga lansia.
“Pendampingan kegiatan Posyandu Balita dan Lansia ini kami jadikan sebagai salah satu program kerja dan agenda rutin mingguan selama masa pengabdian KKN Kelompok 36 di Desa Waru. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya sekadar membantu administrasi, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam edukasi gizi dan kesehatan masyarakat dari usia dini hingga lansia,” ujar Isfadhil Kholifatul Anwar Lutfi Toha Koordinator Tim KKN UPGRIS Kelompok 36 Desa Waru.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa KKN, petugas kesehatan, dan kader Posyandu Desa Waru dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat desa yang sehat, mandiri, dan bebas stunting.
Penulis : Tim Publikasi KKN UPGRIS 36 Desa Waru
Editor: Azis



