Mahasiswa KKN UPGRIS ajak pelaku UMKM Desa Wringinjajar manfaatkan teknologi Google Maps dan WhatsApp Business
Jatengx.com, Demak — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 37 Desa Wringinjajar, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.
Pendampingan dilakukan secara door to door pada 20–23 Agustus 2026. Mahasiswa mengunjungi langsung empat UMKM, yakni Cantik Katering milik Katrin, Kerupuk Teoman milik Kholison, Spesial Kripik Singkong Rasa Gadung Nursyafaah milik Nursyafaah, serta usaha Bandeng Presto dan Peyek Gimbal milik Ika.
Sebelum memberikan pendampingan, mahasiswa melakukan observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi usaha, produk, cara pemasaran, serta kebutuhan digital masing-masing pelaku UMKM. Pendekatan tersebut dilakukan agar materi dan praktik yang diberikan sesuai dengan kebutuhan setiap usaha.
“Sosialisasi door to door ini kami pilih agar bisa melihat langsung kondisi usaha dan kebutuhan masing-masing UMKM. Jadi, pendampingan yang diberikan tidak disamaratakan,” ujar mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 37, Rahma Nur Azizah.
Salah satu pendampingan dilakukan pada UMKM Spesial Kripik Singkong Rasa Gadung Nursyafaah. Usaha yang telah berjalan sekitar 20 tahun itu memproduksi keripik singkong rasa gadung dan kerupuk bakar.
Mahasiswa memperkenalkan Google Maps sebagai sarana untuk membantu konsumen menemukan lokasi usaha. Dengan persetujuan pemilik, mahasiswa membantu mengisi informasi usaha, mulai dari nama, kategori, alamat, titik lokasi, nomor telepon, jam operasional, deskripsi, hingga dokumentasi. Pengajuan lokasi selanjutnya dilakukan untuk melalui proses peninjauan Google.
Pendampingan berbeda diberikan kepada Cantik Katering. Usaha milik Katrin tersebut menyediakan berbagai produk, seperti jajanan pasar, snack box, nasi box, rice bowl, tumpeng, kue ulang tahun, puding, hampers, dan pesanan khusus.
Pada usaha tersebut, mahasiswa mengenalkan WhatsApp Business sebagai sarana komunikasi dan pemasaran. Pendampingan meliputi pencadangan data, pemasangan WhatsApp Business, pemindahan data, pengaturan profil bisnis, serta pembuatan katalog produk.
Kegiatan door to door mendapat respon positif karena mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha sekaligus memberikan praktik di lokasi UMKM. Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh informasi mengenai digitalisasi, tetapi juga mendapatkan pendampingan secara langsung sesuai kebutuhan usahanya.
“Terima kasih sudah dibantu dan diajari, Mbak. Saya yang masih belum terlalu paham teknologi jadi sangat terbantu. Terima kasih sudah mengajari cara menggunakan WhatsApp Business untuk usaha. Semoga usaha saya semakin lancar dan Mbaknya juga sukses serta semua kegiatannya lancar,” ujar Pemilik Cantik Katering, Katrin
Selain dua UMKM tersebut, mahasiswa juga mengunjungi Kerupuk Teoman serta usaha Bandeng Presto dan Peyek Gimbal. Pendampingan dilakukan melalui wawancara dan identifikasi kebutuhan, kemudian disesuaikan dengan kondisi serta kesiapan masing-masing pelaku usaha.
Melalui pendekatan door to door, mahasiswa tidak hanya memberikan informasi mengenai digitalisasi, tetapi juga membantu pelaku UMKM mempraktikkan penggunaan platform digital secara langsung. Google Maps diharapkan memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha, sementara WhatsApp Business dapat membantu pengelolaan informasi produk dan komunikasi dengan pelanggan.
Mahasiswa KKN UPGRIS berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat terus dilakukan setelah program KKN berakhir sehingga UMKM Desa Wringinjajar mampu memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Penulis: Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 37 Desa Wringinjajar
Editor: Azis



