Mahasiswa dampingi pelaku UMKM Desa Gebungan dalam perhitungan HPP
Jatengx.com, Kab. Semarang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 84 Universitas Diponegoro (Undip) memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Gebugan, Kabupaten Semarang. Pendampingan dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi interaktif mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) serta biaya kemasan.
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Perhitungan Harga dan Biaya Kemasan yang Efektif dan Efisien untuk UMKM” tersebut menyasar sejumlah pelaku usaha rumah tangga, di antaranya produsen keripik pisang, keripik tumpi, dan bubur tradisional.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih adanya pelaku UMKM yang menentukan harga jual berdasarkan kebiasaan atau mengikuti harga pasar tanpa menghitung seluruh biaya produksi secara rinci. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui biaya sebenarnya yang dikeluarkan serta keuntungan yang diperoleh dari setiap produk.
Salah satu contohnya adalah usaha pisang yang menjual produknya dengan harga Rp4.000 per bungkus. Harga tersebut sebelumnya belum sepenuhnya memperhitungkan berbagai komponen biaya, seperti bahan baku, kemasan, tenaga kerja, dan biaya operasional.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan cara sederhana mengidentifikasi berbagai komponen biaya dan menghitung HPP. Materi kemudian dikaitkan dengan penentuan harga jual agar pelaku usaha dapat mengetahui apakah harga yang ditetapkan telah menutup biaya produksi sekaligus memberikan keuntungan yang wajar.
Selain perhitungan biaya, mahasiswa memberikan perhatian pada aspek kemasan. Pengemasan yang tepat dinilai penting karena tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga dapat memengaruhi daya tarik, ketahanan, keamanan, dan nilai jual produk.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif. Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mengajak pelaku usaha berdiskusi mengenai pengalaman mereka selama menjalankan usaha. Contoh perhitungan yang digunakan disesuaikan dengan kondisi usaha masing-masing sehingga materi lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu Akuntansi Perpajakan dalam pengabdian kepada masyarakat. Konsep HPP yang cukup kompleks disederhanakan menjadi panduan praktis agar pelaku UMKM dapat mulai membiasakan diri mencatat dan menghitung biaya usaha secara lebih terukur.
“Selama ini kami menjual produk berdasarkan kebiasaan saja dan belum pernah menghitung secara rinci biaya produksinya. Dengan adanya panduan ini, kami jadi lebih paham cara menentukan harga yang sesuai,” ujar salah satu pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa menyerahkan panduan perhitungan HPP dan biaya kemasan kepada pelaku usaha. Pendampingan juga mencakup pembuatan logo serta desain kemasan untuk sejumlah UMKM, antara lain Keripik Pisang Ibu Nasiadi Bengkle, Keripik Tumpi, dan Bubur Tradisional Ibu Pik.
Mahasiswa KKN Undip berharap pendampingan tersebut dapat membantu pelaku UMKM Desa Gebugan dalam mengelola usaha secara lebih terukur. Kebiasaan menghitung biaya produksi dan kemasan diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk menentukan harga jual secara lebih tepat sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Penulis: Marshaura Aisyahla Zahran
Lokasi: Desa Gebugan
Narasumber: Ibu Nasekah, Ibu Tugiyarti, Ibu Pik.
Editor: Azis



