Mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai penanganan pascapanen telur ayam kepada pengurus BUMDes Desa Turus
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) memberikan penyuluhan mengenai penanganan pascapanen telur ayam kepada pengurus BUMDes Desa Turus. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu menjaga mutu dan keamanan telur sejak dipanen hingga sampai ke tangan konsumen.
Program ini digelar melihat potensi BUMDes Desa Turus yang mulai mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai salah satu sektor ekonomi desa. Karena usaha tersebut masih dalam tahap pengembangan, mahasiswa menilai penanganan pascapanen perlu diperhatikan agar telur yang dihasilkan tetap berkualitas dan memiliki masa simpan yang optimal.
Telur termasuk bahan pangan yang mudah mengalami penurunan mutu. Kondisi cangkang, kebersihan, suhu dan kelembapan penyimpanan, serta proses pemindahan dan distribusi dapat memengaruhi kualitas telur. Penanganan yang kurang tepat juga dapat meningkatkan risiko kerusakan dan kontaminasi.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menjelaskan sejumlah faktor yang perlu diperhatikan setelah telur dihasilkan. Pengurus BUMDes diajak memahami pentingnya pemeriksaan dan sortasi sebelum telur disimpan atau didistribusikan.
Salah satu materi utama ialah teknik sortasi. Telur diperiksa berdasarkan kondisi fisiknya, terutama kebersihan dan keutuhan cangkang. Telur yang retak, pecah, atau memiliki kondisi yang tidak sesuai dipisahkan dari telur yang masih layak agar tidak memengaruhi kualitas produk lainnya.
“Penanganan setelah telur dihasilkan menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas produk. Dengan sortasi dan penyimpanan yang tepat, telur yang akan dipasarkan dapat lebih terjaga mutunya,” ujar mahasiswa KKN Undip dalam kegiatan tersebut.
Selain sortasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai penyimpanan telur. Kondisi penyimpanan yang sesuai diperlukan untuk memperlambat penurunan mutu dan mempertahankan kesegaran telur. Mahasiswa juga mengingatkan pentingnya memindahkan telur secara hati-hati untuk mengurangi risiko cangkang retak.
Kegiatan tersebut kemudian dilengkapi dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) sederhana mengenai penanganan pascapanen telur. SOP tersebut memuat tahapan pemeriksaan dan sortasi, penyimpanan, hingga persiapan distribusi.
Adanya SOP diharapkan dapat membantu pengurus BUMDes memiliki pedoman yang jelas dalam menjalankan kegiatan operasional. Dengan prosedur yang lebih terstruktur, penanganan telur dapat dilakukan secara konsisten dan tidak bergantung pada kebiasaan masing-masing pengelola.
Melalui kegiatan ini, pengurus BUMDes Desa Turus memperoleh pengetahuan sekaligus pedoman praktis untuk menjaga mutu telur. Penerapan penanganan pascapanen yang tepat diharapkan dapat mengurangi kerusakan produk, menjaga keamanan pangan, serta meningkatkan kepercayaan konsumen.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN Undip untuk mendukung pengembangan usaha peternakan ayam petelur BUMDes Desa Turus. Dengan pengelolaan yang semakin baik, usaha tersebut diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian desa.
Penulis: Amanda Fritantika
Editor: Azis



