Produk lilin aromaterapi dari limbah minyak goreng
Jatengx.com, Sragen — Minyak jelantah dari aktivitas memasak rumah tangga di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, tidak lagi dipandang semata sebagai limbah. Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mengajak warga mengolah minyak bekas pakai tersebut menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna dan berpotensi bernilai jual.
Program multidisiplin bertajuk “Penanganan dan Pengolahan Limbah Masyarakat Desa Purwosuman” itu digelar pada Minggu (30/7). Kegiatan diikuti sekitar 40 anggota PKK Desa Purwosuman dan tidak hanya membahas pengolahan limbah, tetapi juga pendampingan pemasaran produk.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan.
Mahasiswa juga memperkenalkan peluang pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk lain yang lebih bermanfaat.
Peserta kemudian mengikuti demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Setelah menyaksikan proses pembuatan, peserta diberi kesempatan mempraktikkannya secara langsung, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan produk.
Mahasiswa juga memberikan pendampingan mengenai strategi pemasaran. Edukasi tersebut ditujukan agar produk yang dihasilkan tidak berhenti sebagai hasil praktik, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk rumah tangga yang dapat dipasarkan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengolahan minyak jelantah sekaligus pentingnya memahami bahan yang digunakan dalam proses tersebut.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kami. Selain mengetahui minyak jelantah bisa dimanfaatkan menjadi lilin, kami juga jadi lebih memahami pentingnya berhati-hati dalam memilih dan mengolah minyak untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar salah seorang peserta.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Undip berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan produktif bagi ibu-ibu PKK Desa Purwosuman.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat dilakukan dengan pendekatan sederhana.
Jika dikelola secara tepat dan konsisten, maka limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Penulis: Zumrotun Najja
Editor: Azis



