Mahasiswa serahkan modul Edukasi mengenai pengelompokan inventory stock dan rekapitulasi penjualan kepada pelaku UMKM
Jatengx.com, Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro memberikan edukasi mengenai pengelolaan persediaan barang (inventory stock) dan rekapitulasi penjualan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bener, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bondan Harto Widjoyo, mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, melalui kegiatan KKN di Desa Bener, dengan tertuju Mbak Cynthia, selaku pemilik salah satu warung UMKM di Desa Bener.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan (14/8) sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pengelolaan administrasi usaha secara sederhana dan sistematis.
Program tersebut berfokus pada pengelompokan persediaan barang yang tersedia di warung serta pencatatan dan rekapitulasi penjualan dagangan guna memberikan kemudahan dalam mengetahui kondisi persediaan dan membantu proses perhitungan laba rugi usaha.
Edukasi mengenai pengelolaan persediaan dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pengelompokan inventory stock. Pengelompokan tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi jenis barang, jumlah persediaan, barang yang masuk, serta barang yang terjual.
Pencatatan secara teratur diharapkan dapat membantu pemilik usaha mengetahui kondisi persediaan secara lebih jelas dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan dalam penghitungan stok.
Selain pengelolaan persediaan, edukasi juga mencakup pencatatan dan rekapitulasi penjualan dagangan. Pemilik UMKM diberikan pemahaman bahwa pencatatan transaksi penjualan secara rutin dapat menjadi salah satu dasar dalam mengetahui perkembangan usaha. Data penjualan yang terdokumentasi dengan baik juga dapat digunakan untuk membandingkan jumlah barang yang terjual dengan persediaan yang tersedia.
Menurut Bondan Harto Widjoyo, pengelolaan persediaan dan pencatatan penjualan merupakan bagian penting dalam aktivitas operasional UMKM karena keduanya saling berkaitan.
“Melalui pengelompokan stok barang dan rekap penjualan yang dilakukan secara rutin, pemilik usaha dapat lebih mudah mengetahui barang yang tersedia, barang yang terjual, serta hasil penjualan dalam periode tertentu. Data tersebut kemudian dapat membantu dalam melakukan perhitungan laba dan rugi usaha secara lebih teratur,” ujar Bondan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi secara langsung kepada pemilik warung UMKM. Dalam kegiatan tersebut, Bondan memberikan pemahaman mengenai cara melakukan pengelompokan persediaan barang serta pencatatan penjualan dengan menggunakan metode yang sederhana dan mudah diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Pendekatan ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi UMKM yang membutuhkan sistem administrasi yang praktis, tidak membutuhkan proses yang rumit, tetapi tetap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan usaha.
Penerapan pencatatan persediaan juga diharapkan dapat membantu pemilik warung dalam menentukan kebutuhan pengadaan barang. Dengan mengetahui jumlah stok dan tingkat penjualan, pemilik usaha dapat memperkirakan barang yang perlu dilakukan pengadaan kembali serta menghindari kondisi kelebihan maupun kekurangan persediaan.
Hal tersebut menjadi penting karena ketersediaan barang berkaitan langsung dengan kemampuan UMKM dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Di sisi lain, rekapitulasi penjualan dapat memberikan gambaran mengenai pemasukan yang diperoleh dalam periode tertentu. Apabila data penjualan dicatat secara konsisten dan dibandingkan dengan biaya atau modal yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dagangan, pemilik usaha akan memiliki dasar yang lebih jelas dalam menghitung keuntungan maupun kerugian.
Kegiatan edukasi ini tidak hanya berorientasi pada pencatatan administrasi, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pengelolaan data dalam menjalankan usaha. Administrasi yang tertata dapat menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk melakukan evaluasi dan mengambil keputusan secara lebih terukur.
Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa Universitas Diponegoro turut berupaya memberikan solusi sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM di Desa Bener. Edukasi mengenai pengelompokan inventory stock dan rekapitulasi penjualan diharapkan dapat membantu pemilik usaha dalam membangun kebiasaan pencatatan yang lebih tertib serta mempermudah proses evaluasi keuangan usaha.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi keilmuan yang diperoleh mahasiswa, khususnya dalam bidang Manajemen dan Administrasi Logistik, ke dalam permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat.
Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan pelaku UMKM, diharapkan pengelolaan usaha di tingkat desa dapat terus berkembang melalui penerapan administrasi dan pengelolaan persediaan yang lebih efektif, tertib, dan sistematis.
Penulis/Reporter: Bondan Harto Widjoyo
Fotografer: Fadilla Dwi Yanuarmi
Kontak Media / Humas Kelompok: @kkn.didesabener
Editor: Azis



