Mahasiswa laksanakan sosialisasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif pengelolaan sampah organik skala rumah tangga di RT 03 RW 05
Jatengx.com, Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 52 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan sosialisasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif pengelolaan sampah organik skala rumah tangga di RT 03 RW 05, Kelurahan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah pada (23/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan tahlilan warga sebagai bagian dari Program Kerja Multidisiplin 2 yang bertujuan mengenalkan budidaya maggot BSF kepada masyarakat.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga. Melalui kegiatan sosialisasi, masyarakat diperkenalkan dengan maggot BSF serta cara memulai budidayanya dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Sosialisasi dilakukan dengan memberikan penjelasan mengenai pengenalan maggot BSF, tahapan dasar budidaya, persiapan wadah, serta pemanfaatan sampah organik sebagai salah satu sumber pakan.
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan menyesuaikan kondisi masyarakat agar informasi yang diberikan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam skala rumah tangga.
Pak Nuriman, selaku Ketua RT 03, menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan sosialisasi budidaya maggot BSF yang diberikan kepada warga.
“Sosialisasi seperti ini sangat baik karena merupakan hal yang baru bagi warga di sini. Sebelumnya belum pernah ada kegiatan yang mengenalkan budidaya maggot sebagai salah satu cara untuk mengelola sampah organik. Saya berharap masyarakat dapat memahami dan mencoba menerapkannya di lingkungan rumah masing-masing,” ujar Nuriman.
Selain memberikan materi secara langsung, mahasiswa juga mempersiapkan contoh wadah sederhana untuk budidaya maggot BSF dengan memanfaatkan galon bekas. Galon diposisikan secara miring kemudian bagian atasnya dipotong dan dimodifikasi agar dapat digunakan sebagai wadah budidaya. Pada bagian dalam wadah diberikan dedak sebagai salah satu bahan pendukung untuk membantu menjaga kondisi media agar tidak terlalu lembap.
Pemanfaatan galon bekas sebagai wadah budidaya menjadi salah satu contoh bahwa budidaya maggot BSF dapat diperkenalkan menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan rumah. Dengan demikian, masyarakat dapat mengenal penerapan budidaya maggot dalam skala kecil tanpa harus menggunakan wadah khusus.
Sebagai media pendukung kegiatan, mahasiswa juga menyusun buku panduan digital budidaya maggot BSF yang memuat informasi mengenai tahapan dasar budidaya. Buku digital tersebut dapat digunakan masyarakat sebagai bahan untuk mempelajari kembali materi yang telah disampaikan selama sosialisasi serta menjadi referensi apabila masyarakat ingin mencoba menerapkan budidaya maggot secara mandiri.
Untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta, mahasiswa melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan Google Form. Pre-test diberikan sebelum sosialisasi untuk mengetahui pengetahuan awal peserta mengenai budidaya maggot BSF dan pengelolaan sampah organik. Setelah penyampaian materi selesai, peserta kembali mengisi post-test untuk mengetahui perubahan pemahaman setelah mengikuti kegiatan sosialisasi.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh warga RT 03 RW 05 dan Ketua RT. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan mengenai penerapan budidaya maggot BSF di lingkungan rumah masing-masing.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Tematik IDBU 52 Undip tidak hanya mengenalkan maggot BSF sebagai salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah organik, tetapi juga memperkenalkan potensi pemanfaatannya secara lebih produktif. Budidaya maggot dalam skala rumah tangga dapat menjadi salah satu pilihan yang dipelajari masyarakat dengan memanfaatkan bahan dan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Hasil dari program kerja ini berupa buku panduan digital budidaya maggot BSF serta peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot BSF.
Perubahan pemahaman peserta diketahui melalui hasil pengisian pre-test dan post-test yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi.
Mahasiswa KKN Tematik IDBU 52 Undip berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengenal dan mempelajari alternatif pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga.
Buku panduan digital yang telah disusun juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai referensi bagi masyarakat untuk mempelajari tahapan budidaya maggot BSF setelah kegiatan KKN selesai.
Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengenalan pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.
Penulis: Rijal Hibrizy Naufal Irfani
Kelompok: Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 52 Universitas Diponegoro
Editor: Azis



