Mahasiswa KKN Undip menghadirkan solusi berbasis teknologi melalui program kerja multidisiplin berupa pembuatan website PUSAKA, sebuah website UMKM Desa Kauman
Jatengx.com, Boyolali — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu tulang punggung perekonomian di banyak desa, tak terkecuali di Desa Kauman. Sayangnya, di balik potensi besar tersebut, para pelaku UMKM setempat masih menghadapi kendala klasik yang menghambat perkembangan usahanya yaitu minimnya jaringan pemasaran. Alhasil, produk-produk unggulan desa yang sebenarnya berkualitas kerap kali hanya beredar terbatas di lingkup lokal.
Persoalan yang paling terasa di lapangan adalah belum tersedianya informasi yang jelas mengenai cara pemesanan produk UMKM serta alur distribusinya bagi konsumen. Tidak sedikit calon pembeli, baik dari dalam maupun luar desa, yang kebingungan mengetahui cara memesan produk, kontak yang harus dihubungi, hingga bagaimana produk tersebut nantinya sampai ke tangan mereka.
Minimnya informasi ini membuat peluang transaksi yang seharusnya bisa terjadi justru hilang begitu saja, sekaligus menghambat perluasan pasar UMKM itu sendiri.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ditempatkan di Desa Kauman menghadirkan solusi berbasis teknologi melalui program kerja multidisiplin berupa pembuatan website PUSAKA, sebuah website UMKM Desa Kauman.
“Website ini dirancang sebagai wadah informasi terpusat bagi pelaku usaha sekaligus konsumen, sehingga produk-produk unggulan desa dapat lebih mudah dikenal dan diakses oleh masyarakat luas,” ujar Salsa.
Dalam materi yang dibawakan, mahasiswa menekankan bahwa keberhasilan pemasaran UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemudahan akses informasi bagi konsumen.
Alur distribusi dalam hal ini bukan sekadar proses memindahkan barang dari produsen ke pembeli, melainkan juga mencakup bagaimana calon konsumen dapat dengan mudah mengetahui cara memesan, menghubungi penjual, dan memahami proses hingga produk benar-benar sampai ke tangan mereka.
Materi tersebut sangat relevan dengan kondisi keseharian pelaku UMKM di Desa Kauman, yang selama ini banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut atau menitipkan produk ke warung-warung sekitar tanpa memiliki media informasi yang dapat diakses kapan saja oleh calon konsumen.
Melalui program ini, mahasiswa berfokus menyusun konten informasi distribusi dan cara pemesanan produk untuk dimuat ke dalam website PUSAKA, mulai dari profil singkat produk, harga, cara memesan, kontak yang dapat dihubungi, hingga gambaran proses pengiriman atau pengambilan produk oleh konsumen.
Dengan hadirnya website ini, pelaku UMKM tidak lagi bergantung sepenuhnya pada promosi mulut ke mulut, sementara konsumen dari dalam maupun luar desa dapat mengakses informasi produk secara mandiri, kapanpun dan dimanapun, tanpa harus datang langsung atau bertanya dari orang ke orang.
Sebagai bagian dari program kerja multidisiplin KKN, pembuatan website PUSAKA ini melibatkan pembagian tugas sesuai kompetensi masing-masing anggota tim, mulai dari pengembangan sistem website, desain tampilan, hingga penyusunan konten.
Program ini menyasar para pelaku UMKM di Desa Kauman dari berbagai jenis usaha, seperti makanan olahan, kerajinan tangan, dan produk pertanian rumahan, serta masyarakat luas sebagai calon konsumen.
Pada program ini, mahasiswa mendapat bagian tugas khusus dalam menyusun informasi alur distribusi dan cara pemesanan produk UMKM yang akan ditampilkan di website. Kegiatan diawali dengan pengumpulan data dari masing-masing pelaku usaha terkait jenis produk, harga, dan cara mereka biasa melayani pemesanan.
Data tersebut kemudian disusun menjadi konten yang mudah dipahami pengunjung website, mencakup langkah-langkah pemesanan, kontak yang bisa dihubungi, metode pembayaran, hingga perkiraan proses produk sampai ke tangan konsumen, baik melalui pengambilan langsung maupun pengiriman.
Selain menyusun konten, mahasiswa juga menggelar sosialisasi kepada para pelaku UMKM mengenai keberadaan website tersebut, agar mereka memahami cara memperbarui informasi produk maupun merespons pesanan yang masuk. Dengan begitu, website ini tidak hanya berfungsi sebagai etalase digital, tetapi juga menjadi alat bantu operasional bagi pelaku usaha dalam mengelola pemesanan dari konsumen.
Kehadiran website PUSAKA ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil di Desa Kauman.
“Program ini sangat membantu warga desa, terutama pelaku UMKM yang selama ini bingung bagaimana caranya supaya produknya bisa lebih dikenal dan dijual lebih luas. Dengan adanya website ini, masyarakat dari luar desa pun bisa tahu cara memesan produk kami tanpa harus datang langsung. Kami harap usaha-usaha kecil di desa bisa lebih berkembang dan mandiri.” ujar Salsa selaku Mahasiswa KKN-R Universitas Diponegoro.
Salsa menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar pemanfaatan teknologi digital di Desa Kauman semakin mendukung potensi UMKM sekaligus mempermudah akses informasi bagi masyarakat.
Adanya informasi produk, distribusi, dan cara pemesanan yang tersusun dalam website diharapkan dapat membantu produk UMKM dikenal lebih luas, termasuk oleh masyarakat Desa Kauman yang berada di luar daerah.
Program ini sejalan dengan upaya pencapaian SDGs 8: Decent Work and Economic Growth, karena mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif melalui penguatan UMKM sebagai salah satu sumber lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.
Kedepannya, website PUSAKA diharapkan tidak hanya menjadi media untuk memperkenalkan produk UMKM, tetapi juga dapat berkembang sebagai sarana komunikasi dan pelayanan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat yang berada di dalam maupun di luar desa tetap dapat memperoleh informasi dan menyampaikan pengaduan dengan lebih mudah.
Pengembangan dan pengelolaan website secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah Desa Kauman dalam mengikuti perkembangan digital sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Penulis: Zenna Noviyanti
Editor: Azis



