Pendampingan mahasiswa secara door to door kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang. Kegiatan yang dilakukan secara door-to-door pada (4/8/2026)
Jatengx.com, Batang — Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang. Kegiatan yang dilakukan secara door-to-door pada (4/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar lebih tertata, memiliki legalitas, serta mampu memanfaatkan teknologi digital.
Pendampingan diawali dengan program Pendataan dan Profiling UMKM Sasaran Desa Klidang Lor yang digagas Vinna Afrilliana, mahasiswa Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
“Pendataan dilakukan melalui wawancara singkat dengan pelaku usaha untuk menghimpun informasi mengenai profil, jenis usaha, produk, administrasi, digitalisasi, serta kendala yang dihadapi,” Vinna Afrilliana
Data tersebut diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa Klidang Lor memiliki informasi UMKM yang lebih terarah dan dapat diperbarui secara berkala. Data juga dapat menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan maupun program pengembangan UMKM berikutnya.
Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan Sistem Informasi Keuangan yang digagas Elsa Ika, mahasiswa Statistika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM). Pelaku UMKM didampingi untuk mencatat transaksi harian secara digital melalui template keuangan yang telah disiapkan.
Template tersebut dilengkapi dashboard sederhana sehingga pemilik usaha dapat melihat kondisi keuangan dan penjualan secara lebih mudah. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan stok, mengendalikan pengeluaran, dan memilih produk yang memberikan keuntungan.
Sementara itu, Arsyla Deswitariany, mahasiswa Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi (SV), memberikan pendampingan penguatan identitas merek. Kegiatan dilakukan melalui diskusi mengenai karakter usaha, produk, dan konsep visual yang diinginkan pemilik UMKM.
Hasil diskusi kemudian menjadi dasar dalam perancangan logo yang disesuaikan dengan karakter masing-masing usaha. Logo tersebut selanjutnya disempurnakan berdasarkan masukan dari pemilik UMKM agar dapat digunakan sebagai bagian dari identitas usaha.
Aspek digitalisasi juga diperkuat melalui program UMKM Go Digital: Edukasi QRIS dan Strategi Pemasaran 9P yang digagas Chyntia Ibreyn Br Purba, mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Pelaku UMKM mendapatkan edukasi mengenai transaksi menggunakan QRIS serta strategi pemasaran 9P yang dapat disesuaikan dengan kondisi usaha masing-masing.
Selain digitalisasi, mahasiswa turut memberikan pendampingan terkait aspek hukum melalui program Pendampingan Legalitas Usaha yang digagas Kerithya Lovellin, mahasiswa Fakultas Hukum (FH).
Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha dan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB). Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan membantu proses pendaftaran melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA).
Bagi pelaku usaha yang belum menyelesaikan proses pendaftaran, mahasiswa membagikan leaflet berisi panduan sehingga proses pengurusan NIB dapat dilanjutkan secara mandiri ketika pelaku usaha telah siap.
Sementara itu, Melva Fayra, mahasiswa Psikologi, Fakultas Psikologi (FPsi), memberikan pendampingan melalui program Digitalisasi UMKM: Optimalisasi Lokasi Usaha melalui Google Maps.
Pendampingan meliputi pembuatan dan pengaturan akun Gmail bisnis, penginputan informasi serta lokasi usaha, hingga proses verifikasi oleh Google. Pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai pengelolaan informasi usaha dan pemanfaatan fitur ulasan untuk meningkatkan visibilitas serta kepercayaan calon pelanggan.
Rangkaian pendampingan tersebut dilakukan dengan melihat kebutuhan masing-masing pelaku UMKM. Tidak hanya berfokus pada peningkatan pemasaran, mahasiswa juga mendorong UMKM untuk memiliki data usaha yang tertata, pencatatan keuangan yang lebih baik, identitas merek, legalitas, serta keberadaan di platform digital.
Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip berharap pelaku UMKM Desa Klidang Lor dapat semakin siap mengembangkan usahanya. Pendampingan yang diberikan juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM untuk menjalankan usaha secara lebih tertib, profesional, dan mampu memanfaatkan peluang digital.
Editor: Azis



