Mahasiswa dan peserta setelah kegiatan gizi seimbang dan demonstrasi pengolahan dimsum sayur
Jatengx.com, Klaten — Dari variasi olahan makanan kekinian, lahir nutrisi lengkap untuk cegah stunting sejak dini. Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Desa Bener Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi dan demonstrasi memasak bertajuk “Piring Ceria Anak Indonesia: Optimalisasi Pemenuhan Gizi Anak melalui Edukasi dan Inovasi Menu Bergizi Seimbang” di Desa Bener, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, pada Selasa (11/8/2026).
Peserta yang hadir mengikuti sekitar 40 orang yang terdiri dari Ibu Kepala Desa, Ibu Bidan, Ibu Kader Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu balita dengan suasana yang interaktif dan penuh antusias.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program kerja multidisipliner 1 TIM KKN-R Desa Bener yang terdiri dari Prawatya Lintang Mahisi (Hukum), Shandryna Naazmutia Winarto (K3/FKM), Ardinda Ayu Nugraha (Administrasi Publik K. Rembang/FISIP), Fadilla Dwi Yanuarmi (Teknologi Pangan/FPP), dan Areva Meyza Larif (Ilmu Perpustakaan dan Informasi/FIB) dengan berupaya menghadirkan solusi atas permasalahan gizi balita di masyarakat khususnya di Desa Bener.
Pelaksanaan kegiatan diinisiasikan berdasarkan hasil diskusi bersama Bidan Desa Bener, Ibu Ratih Sulastri yang menekankan pada salah satu faktor angka stunting masih cukup tinggi hingga saat ini disebabkan anak yang kurang nafsu makan, serta minim mengkonsumsi sayur, ikan, dan protein hewani. Kondisi tersebut dikenal sebagai Gerakan Tutup Mulut (GTM) yang berdampak malnutrisi pada tubuh anak.

Dalam pelaksanaannya, Tim Mahasiswa KKN Undip mengawali acara dengan menyampaikan informasi secara singkat mengenai gizi seimbang, ideal takaran pokok dalam makan yang bergizi seimbang. Kemudian, dilanjutkan ketentuan menggelar demonstrasi memasak secara langsung (live cooking) untuk membuat dimsum sayur, sebuah inovasi produk olahan padat gizi yang mengkombinasikan protein hewani, protein nabati, dan serat.
Tidak hanya dimsum, adonan dasar resep ini juga dirancang mudah untuk diikuti langkahnya sehingga dapat dikreasikan menjadi ragam bentuk lain seperti wonton goreng, nugget, hingga sempol agar anak tidak bosan.

Selama kegiatan, para ibu diajak mencicip langsung hasil olahan makanan dan memberikan umpan balik melalui kartu kepuasaan yang dibagikan sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Berdasarkan analisis data evaluasi kegiatan, tingkat partisipasi pengisian kartu kepuasan yang tinggi menandakan keberhasilan keberjalanan program kerja yang dilangsungkan ini.
Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dan secara kumulaif menyatakan program ini memuaskan hingga sangat puas. Selaku Kepala Desa, Ibu Suparni menyampaikan bentuk apresiasi atas keberhasilan program pada saat acara berlangsung,
“Program ini sangat menyentuh karena langsung berkaitan dengan masa depan generasi penerus desa kita. Selain itu, edukasi gizi melalui kegiatan sosialisasi yang diberikan kepada para ibu dan anak-anak akan meninggalkan dampak dan kenangan yang panjang jauh melampaui masa kkn itu sendiri.”
Keberhasilan program ini juga mendapat apresiasi langsung dari Bidan Desa Bener, Ibu Ratih Sulastri dari Wilayah Puskesmas Wonosari II,
“Inovasi luar biasa ini mampu melahirkan lebih banyak kreasi menu bergizi seimbang yang lezat dan bervariasi. Semoga ilmu yang diberikan dapat terus bermanfaat bagi ibu-ibu balita khususnya di Tegalrejo dan wilayah Desa Bener,” ujar Ibu Ratih Sulastri.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai gizi seimbang, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat yang lezat dan disukai anak. Pengalaman ini diharapkan memberikan inspirasi bagi para ibu di Desa Bener untuk terus berkreasi menyajikan menu bergizi seimbang demi mewujudkan tumbuh kembang anak yang optimal.
Penulis/Reporter: Tim II KKN-R Desa Bener Universitas Diponegoro
Kontak Media / Humas Kelompok: @kkn.didesabener (Instagram)
Editor : Azis



