Sesi foto bersama antara mahasiswa dengan siswa kelas VI SDN 2 Karanggeneng setelah belajar pengelolaan uang
Jatengx.com, Batang — Uang saku yang diterima anak setiap hari tidak hanya digunakan untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan. Melalui kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, anak-anak dapat mulai belajar mengelola keuangan sejak dini. Kebiasaan inilah yang dikenalkan mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) kepada siswa kelas VI SDN 2 Karanggeneng melalui program “Edukasi Literasi Keuangan: Gerakan Gemar Menabung Sejak Dini” di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan literasi keuangan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain mengenalkan pentingnya menabung, mahasiswa KKN juga mengajak siswa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sebagai langkah awal dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak.
Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya menerima materi tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif. Mereka diajak untuk mengidentifikasi contoh barang atau hal yang termasuk kebutuhan maupun keinginan. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar memahami bahwa tidak semua hal yang ingin dibeli harus langsung dipenuhi.
Mahasiswa KKN kemudian mengajak siswa menentukan tujuan dari kebiasaan menabung. Setiap siswa diminta menuliskan rencana penggunaan uang yang akan mereka tabung. Aktivitas ini membantu siswa memahami bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi juga dapat dilakukan dengan memiliki tujuan yang ingin dicapai.
“Kami ingin mengajarkan kepada adik-adik bahwa menabung dan literasi keuangan itu penting dikenalkan sejak dini. Mereka juga perlu belajar membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Harapannya, kalau kebiasaan sederhana ini sudah dikenalkan sejak sekarang, mereka bisa lebih konsisten dalam mengelola uang dan mengambil keputusan keuangan ketika mereka semakin besar nanti,” ujar Erika Dewi Rahmawati, Mahasiswa KKN UNDIP.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Siswa aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan contoh kebutuhan maupun keinginan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Ketika diminta menentukan tujuan menabung, beberapa siswa juga mulai memikirkan hal-hal yang ingin mereka capai dari uang yang dikumpulkan.
Antusiasme siswa tidak hanya terlihat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dari kesan yang mereka sampaikan setelah mengikuti pembelajaran. Salah seorang siswa kelas VI SDN 2 Karanggeneng mengungkapkan rasa senangnya setelah mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara menabung.
Kegiatan yang dikemas secara interaktif tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Selain aktif mengikuti materi dan permainan, siswa juga menunjukkan ketertarikan untuk mulai menerapkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari. Salah seorang siswa bahkan menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada mahasiswa KKN setelah kegiatan berakhir.
“Makasih ya, Kak Erika, sudah mengajari kami cara menabung. Sekarang kami jadi tahu kalau menabung itu penting dan ilmunya sangat bermanfaat. Kami juga senang belajar sama kakak-kakak KKN,” ungkap salah seorang siswa kelas VI SDN 2 Karanggeneng.
Respons hangat juga datang dari pihak sekolah. Ibu Ira, Wali Kelas VI SDN 2 Karanggeneng, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembelajaran kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan anak-anak.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kak Erika dan teman-teman KKN yang sudah memberikan ilmu kepada anak-anak. Anak-anak juga terlihat senang dan antusias selama mengikuti kegiatan. Semoga apa yang sudah diajarkan hari ini bisa terus diingat dan bermanfaat bagi mereka ke depannya,” ujar Ibu Ira, Wali Kelas VI SDN 2 Karanggeneng.
Tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas, mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk mengabadikan kegiatan melalui pembuatan konten edukatif untuk media sosial. Konten tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menyebarluaskan pesan mengenai pentingnya literasi keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap pemahaman mengenai literasi keuangan dapat terus melekat pada siswa. Mahasiswa menegaskan kebiasaan sederhana seperti menyisihkan uang, menentukan tujuan tabungan, serta membedakan kebutuhan dan keinginan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak di masa depan.
Bagi mahasiswa KKN, antusiasme siswa dan apresiasi dari pihak sekolah menjadi pengalaman yang bermakna. Melalui pembelajaran sederhana mengenai uang dan tabungan, tumbuh harapan agar anak-anak mulai mengenal kebiasaan finansial yang baik sejak dini dan mampu menerapkannya secara konsisten hingga mereka dewasa.
Editor : Azis



