Mahasiswa KKN-R Tim II Undip saat memasang poster K3 di bengkel Amelia Jaya Motor, Desa Terban, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jumat (24//2026)
Jatengx.com, Batang – Mahasiswa KKN-R Tim II Undip melaksanakan edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjadi aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman. Penerapan K3 juga diperlukan di sektor usaha bengkel motor yang memiliki berbagai potensi risiko, mulai dari penggunaan mesin dan peralatan kerja hingga paparan bahan kimia.
Melihat pentingnya penerapan K3 tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja sosialisasi dan edukasi K3 kepada pemilik bengkel motor di Desa Terban, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, pada Jumat (24/7/2026).
Mahasiswa mengawali dengan observasi untuk mengetahui kondisi serta penerapan K3 di bengkel motor Desa Terban. Observasi dilakukan melalui wawancara dengan pemilik Bengkel Amelia Jaya Motor dan pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan kerja.
Dari proses observasi, diketahui bahwa pemilik dan pekerja bengkel masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai K3. Selain itu, ditemukan sejumlah kondisi yang masih perlu mendapat perhatian, seperti peralatan kerja yang belum tertata dengan baik, kondisi workshop yang kurang terorganisir, serta kebersihan lingkungan bengkel yang belum optimal.
Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa KKN kemudian menyusun program sosialisasi dan edukasi K3 sebagai upaya meningkatkan pemahaman pemilik bengkel dan mekanik mengenai pentingnya keselamatan selama menjalankan aktivitas kerja.
Pada Jumat (24/7/2026), mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan K3 sekaligus menyerahkan poster edukasi K3 kepada pemilik bengkel sebagai media pengingat di Bengkel Amelia Jaya Motor. Poster tersebut memuat informasi mengenai pentingnya menjaga keselamatan, menggunakan peralatan kerja dengan tepat, menjaga kebersihan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertata.
Melalui sosialisasi, mahasiswa tidak hanya memberikan informasi mengenai K3, tetapi juga mendorong pemilik bengkel untuk mulai menerapkan prinsip keselamatan dan kebersihan dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Pemilik bengkel menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi yang diberikan dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat dalam menjalankan aktivitas bengkel.
“Semoga dengan adanya edukasi K3 bisa menambah wawasan kami dalam melaksanakan operasional bengkel dan juga bermanfaat bagi saya. Insyaallah ilmu yang sudah diberikan dapat kami terapkan hingga dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Wahyono selaku pemilik Bengkel Amelia Jaya Motor.
Program sosialisasi K3 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran pemilik dan pekerja bengkel terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.
Dengan penerapan K3 yang lebih baik, lingkungan bengkel Desa Terban diharapkan menjadi lebih aman, bersih, dan tertata sehingga dapat mendukung kelancaran aktivitas kerja sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan.
Penulis:Indra Fata Iryanto, Fakultas Sekolah Vokasi, Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik
Editor: Azis




