Mahasiswa ajak praktikum sains siswa SD Negeri 1 Banyurip
Jatengx.com, Sragen – Tim KKN Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan pembelajaran berbasis praktik bagi siswa sekolah dasar melalui program Sosial Kemasyarakatan Saintek di Desa Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Tim KKN Undip untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus menumbuhkan minat siswa terhadap sains sejak usia sekolah.
Salah satu bagian dalam kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Farhan Zuhdii, mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro pada Jum’at (31/7). Farhan berperan dalam merancang dan memandu eksperimen sains sederhana yang aman dan menarik bagi siswa sekolah dasar.
Berbeda dengan pembelajaran pada biasanya yang hanya berfokus pada teori, Farhan membawa konsep sains ke dalam bentuk praktikum langsung. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan konsep dasar gaya, keseimbangan, dan gerak melalui percobaan sederhana.
Ia menyampaikan pendekatan praktik memungkinkan siswa untuk melihat dan mengalami secara langsung bagaimana konsep sains dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya ingin menunjukkan kepada siswa bahwa sains tidak hanya berupa teori yang dipelajari di kelas. Melalui eksperimen sederhana, mereka bisa melihat langsung bagaimana konsep seperti gaya, keseimbangan, dan gerak bekerja,” ujar Farhan.
Kegiatan praktikum sains yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Banyurip mendapat partisipasi aktif dari para siswa. Melalui percobaan yang dilakukan, siswa dapat memahami konsep dasar sains secara lebih konkret.
Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman belajar langsung yang mendorong rasa ingin tahu, partisipasi, serta pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Rekayasa Perancangan Mekanik di luar lingkungan perkuliahan. Ilmu yang selama ini berkaitan erat dengan perancangan, mekanisme, dan gerak diterjemahkan menjadi materi pembelajaran yang lebih sederhana agar dapat dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Program Sosial Kemasyarakatan Saintek ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pemberian pengalaman pembelajaran yang inklusif dan interaktif bagi anak usia sekolah.
Kegiatan ini juga mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, rasa ingin tahu, dan pemahaman siswa terhadap penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Farhan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk menunjukkan bahwa ilmu Rekayasa Perancangan Mekanik tidak hanya dapat diterapkan dalam dunia industri maupun proses perancangan produk, tetapi juga dapat dikemas menjadi media pembelajaran yang sederhana dan menarik bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Melalui program ini, Tim KKN Undip Desa Banyurip berharap pengalaman belajar berbasis praktik dapat meninggalkan kesan yang lebih kuat bagi siswa serta mendorong mereka untuk semakin tertarik mempelajari sains. Sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda di Desa Banyurip.
Penulis: Farhan Zuhdii, mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro
Editor: Azis



