Mahasiswa edukasi pemanfaatan sampah plastik jadi bahan bernilai menggunakan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) kepada siswa kelas V dan VI SDN Tunjungsari
Jatengx.com, Pekalongan – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun Akademik 2025/2026, Afifah Salma Ramadhani, menginisiasi Program “BERSERI (Budaya Bersih, Sehat, dan Peduli Lingkungan Desa Tunjungsari): Edukasi dan Literasi Lingkungan melalui Pemanfaatan Sampah Plastik” di SD Negeri Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, yang melibatkan siswa kelas V dan VI. Melalui program tersebut, siswa diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus belajar mengolah sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Program ini dilaksanakan pada Sabtu (15/7) sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap persoalan pengelolaan sampah yang masih dihadapi Desa Tunjungsari.
Berdasarkan hasil observasi di lapangan, penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari masih cukup tinggi, sementara pemanfaatan kembali sampah plastik belum dilakukan secara optimal. Keterbatasan sarana pengelolaan sampah juga menyebabkan masih ditemukannya kebiasaan membakar sampah rumah tangga.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pengelolaan sampah yang kurang tepat dapat berdampak terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan sarana pengelolaan sampah, tetapi juga perlu disertai dengan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini.
Melihat hal tersebut, SD Negeri Tunjungsari dipilih sebagai mitra pelaksanaan program karena sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kebiasaan positif pada generasi muda.
Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan pembelajaran yang melibatkan praktik secara langsung. Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat materi mengenai lingkungan lebih mudah dipahami sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada siswa.
“Saya ingin adik-adik SDN Tunjungsari tidak hanya mengetahui bahwa sampah plastik dapat mencemari lingkungan, tetapi juga memahami bahwa sampah yang ada di sekitar mereka masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Dengan praktik langsung, harapannya mereka lebih mudah memahami dan menerapkan kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Afifah Salma, mahasiswa KKN UNDIP.

Dalam kegiatan BERSERI, siswa terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah berdasarkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar sesuai dengan usia siswa. Setelah mendapatkan pemahaman dasar, siswa diajak mempraktikkan secara langsung pemanfaatan botol plastik bekas menjadi wadah penyimpanan alat tulis.
Kegiatan tidak berhenti pada praktik membuat kerajinan. Siswa juga diajak membuat slogan bertema lingkungan sebagai bentuk penyampaian pesan kreatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan.
Mahasiswa turut menyediakan poster literasi lingkungan yang berisi informasi mengenai kebersihan, sampah plastik, serta cara sederhana mengurangi dan memanfaatkan kembali sampah plastik untuk memperkuat materi yang diberikan.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari memahami materi hingga mengolah botol plastik bekas menjadi wadah alat tulis. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa bahwa barang yang dianggap sebagai sampah masih dapat memiliki fungsi baru apabila dikelola dengan kreatif.
“Bagi saya, keberhasilan program ini bukan hanya dilihat dari berapa banyak kerajinan yang berhasil dibuat, tetapi dari pemahaman dan kebiasaan yang bisa dibawa oleh adik-adik SDN Tunjungsari setelah kegiatan selesai. Harapannya, mereka mulai terbiasa menjaga kebersihan, tidak sembarangan membuang sampah, dan menggunakan kembali barang yang masih bisa dimanfaatkan,” tambah Afifah.
Sebagai bentuk keberlanjutan, media literasi yang telah dibuat mahasiswa diserahkan kepada pihak SD Negeri Tunjungsari agar dapat digunakan kembali sebagai bahan edukasi dalam kegiatan pembelajaran maupun kampanye kebersihan lingkungan di sekolah. Sementara itu, hasil karya siswa berupa wadah alat tulis dari botol plastik bekas juga diserahkan kepada pihak sekolah untuk ditempatkan dan dimanfaatkan di kelas masing-masing.
Program BERSERI tidak berhenti pada kegiatan membuat kerajinan semata. Mahasiswa KKN juga mendorong agar pemanfaatan sampah dapat dikembangkan menggunakan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitar Desa Tunjungsari, seperti daun kering, sabut kelapa, dan pelepah pisang sebagai bahan dekorasi. Pemanfaatan bahan lokal tersebut diharapkan dapat menghasilkan karya yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengenalkan potensi sumber daya yang ada di sekitar siswa.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali sampah plastik, serta Tujuan 4 (Quality Education) tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan literasi lingkungan dengan metode interaktif dan berbasis pengalaman.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berhenti selama program berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam keseharian dan membentuk kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan.
Dari sebuah botol plastik bekas yang diubah menjadi tempat alat tulis, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dengan mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, dan mengubah sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi lebih bernilai.
Penulis: Afifah Salma Ramadhani
Editor: Azis



