Mahasiswa kenalkan operasi matematika dengan cara sulap matematika tebak umur
Jatengx.com, Sragen – Mahasiswa KKN melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan berupa edukasi matematika terapan bersama siswa SD Negeri 1 Banyurip, Desa Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen pada Jum’at (31/7/2026). Kegiatan dikemas melalui permainan matematika interaktif sebagai upaya mengenalkan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa.
Kegiatan ini menyasar siswa SD Negeri 1 Banyurip dengan materi yang berfokus pada operasi hitung sederhana, pola bilangan, serta kemampuan berpikir logis melalui permainan yang dapat dilakukan secara langsung di dalam kelas.
Pendekatan tersebut dipilih agar pembelajaran matematika tidak hanya berorientasi pada pengerjaan soal, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan bagi siswa.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai matematika terapan dan bagaimana matematika dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan permainan “Sulap Matematika Tebak Umur”.
Dalam permainan tersebut, salah satu siswa diminta untuk memikirkan umurnya tanpa memberitahukannya kepada teman-teman. Siswa kemudian mengikuti beberapa instruksi operasi hitung yang diberikan, seperti menambahkan angka tertentu, mengalikan hasilnya, dan mengurangi angka tertentu. Setelah mengikuti seluruh instruksi, siswa menyampaikan hasil akhir perhitungannya.
Berdasarkan pola operasi hitung yang telah diberikan, mahasiswa kemudian dapat menentukan umur siswa tersebut.
Permainan ini membuat siswa penasaran karena hasil perhitungan yang mereka lakukan dapat digunakan untuk mengetahui umur yang sebelumnya tidak diberitahukan kepada mahasiswa maupun teman-temannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan bagaimana permainan tersebut dapat bekerja secara matematis.
Siswa diajak memahami bahwa setiap operasi hitung memiliki hubungan dan pola tertentu. Sebagai contoh, ketika suatu bilangan ditambahkan dengan 5, kemudian dikalikan 2, dan dikurangi 10, hasil akhirnya akan menjadi dua kali bilangan awal. Mahasiswa menyampaikan melalui metodesiswa tidak hanya bermain, tetapi juga diperkenalkan pada konsep pola dan hubungan antaroperasi matematika secara sederhana.
Sesi permainan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan beberapa siswa untuk maju ke depan kelas. Sementara satu siswa mencoba permainan, siswa lainnya ikut menghitung dan memperhatikan apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan perkiraan.
Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti instruksi, menjawab pertanyaan, serta mencoba memecahkan tantangan matematika yang diberikan.
Menurut Yelis Apriyatiningsih, selaku guru pendamping, kegiatan tersebut memberikan suasana belajar yang berbeda bagi siswa.
“Anak-anak terlihat antusias mengikuti permainan. Mereka jadi lebih berani untuk maju dan mencoba menyelesaikan soal matematika,”ujarnya.
Kegiatan edukasi matematika terapan ini turut mendukung “Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Bermutu (Quality Education)”. Melalui metode pembelajaran berbasis permainan, siswa memperoleh pengalaman belajar yang interaktif sekaligus mengembangkan kemampuan berhitung, berpikir logis, mengenali pola, dan memecahkan masalah sederhana.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mendukung proses pendidikan yang lebih menarik dan berkualitas bagi anak-anak di Desa Banyurip.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penyesuaian program sosial kemasyarakatan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa di SD Negeri 1 Banyurip. Pemilihan metode permainan dilakukan agar konsep matematika yang sering dianggap sulit atau membosankan dapat disampaikan dengan cara yang lebih sederhana dan menarik.
Penggunaan papan tulis sebagai media utama juga membuat kegiatan dapat dilaksanakan secara praktis tanpa membutuhkan peralatan khusus.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar matematika yang lebih interaktif serta memahami bahwa matematika tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan soal di dalam buku, tetapi juga dapat digunakan untuk menemukan pola, memperkirakan suatu hasil, dan menyelesaikan permasalahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga menunjukkan antusiasme dan keberanian untuk tampil di depan kelas dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan.
Sebagai hasil dari kegiatan, siswa mampu mengikuti operasi hitung sederhana dan memahami pola yang terdapat dalam permainan matematika. Selain itu, kegiatan ini turut mendorong siswa untuk berpikir secara logis, meningkatkan kemampuan berhitung, serta membangun ketertarikan terhadap pembelajaran matematika melalui pendekatan yang lebih menyenangkan dan partisipatif.
Melalui program sosial kemasyarakatan berupa edukasi matematika terapan, mahasiswa KKN turut berkontribusi dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa SD Negeri 1 Banyurip.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa matematika bukan sekadar kumpulan angka dan rumus, melainkan ilmu yang dapat ditemukan dan diterapkan dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari, sekaligus mendukung pencapaian SDG’s 4 Pendidikan Bermutu di Desa Banyurip.
Penulis: Dienul Haaqim
Editor: Azis



