Mahasiswa foto dengan Perangkat Desa Candiareng
Jatengx.com, Batang – Salah satu mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjalankan tiga program edukasi sekaligus di Desa Candiareng, mulai dari pencegahan stunting, penguatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penanaman budaya menabung pada anak sekolah dasar. Ketiga program tersebut digagas untuk menjawab persoalan berbeda yang sama-sama menyentuh langsung kebutuhan masyarakat setempat, mulai dari keluarga muda, pelaku usaha, hingga generasi anak-anak.
Ketiga program ini dijalankan pada tenggat waktu 22, 26, dan 31 Juli 2026 dengan pendekatan yang sama, yakni edukasi disertai media pendukung yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat setelah kegiatan selesai, mulai dari selebaran, leaflet, hingga poster.
Cegah Stunting lewat Pengelolaan Keuangan Keluarga
Program pertama menyasar ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu melalui edukasi pengelolaan keuangan keluarga untuk pemenuhan gizi balita. Program ini menjadi bagian dari tema besar penguatan ketahanan keluarga berbasis gizi, edukasi, dan perlindungan hak anak.
Mahasiswa memaparkan cara menyusun anggaran belanja rumah tangga agar kebutuhan gizi balita tetap terpenuhi meski dengan keterbatasan penghasilan.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa membagikan selebaran cetak berisi tabel Belanja Pangan Bergizi Mingguan yang memuat rincian menu makan pagi, siang, dan malam untuk balita selama tujuh hari penuh, lengkap dengan estimasi bahan pangan bergizi yang terjangkau.
“Selama ini kami bingung mengatur menu harian anak supaya gizinya cukup, tetapi biaya belanja tidak membengkak. Dengan tabel ini, kami jadi punya panduan yang jelas setiap harinya,” ujar salah satu ibu balita peserta kegiatan.

Dorong UMKM Naik Kelas lewat Pemisahan Rekening Usaha
Program kedua menyasar pelaku UMKM di wilayah yang sama, sebagai bagian dari edukasi penguatan daya saing UMKM melalui digitalisasi, legalitas usaha, dan perlindungan kekayaan intelektual.
Mahasiswa berfokus mengedukasi pentingnya memisahkan rekening usaha dan rekening pribadi, sebab pencampuran keduanya kerap membuat pelaku usaha kesulitan menghitung keuntungan riil.
Untuk mendukung pemahaman peserta, mahasiswa membagikan leaflet tiga lipat bertajuk “Pentingnya Pemisahan Rekening Pribadi dan Rekening Usaha”, yang memuat alasan pemisahan rekening, langkah sederhana membuka rekening usaha, serta manfaat jangka panjangnya bagi perkembangan bisnis.
“Selama ini uang usaha dan uang belanja rumah tangga sering tercampur, jadi susah tahu untung atau rugi. Setelah dijelaskan, ternyata caranya sederhana, tinggal buka rekening baru khusus usaha,” ujar salah satu pelaku UMKM peserta kegiatan.

Ajak Siswa SD Candiareng Gemar Menabung Sejak Dini
Program ketiga menyasar generasi yang lebih muda, yakni siswa kelas IV SD N Candiareng. Mahasiswa berperan sebagai narasumber dan menyampaikan materi secara interaktif melalui penjelasan, permainan, serta praktik sederhana agar mudah dipahami. Siswa dikenalkan pada konsep menabung, perbedaan kebutuhan dan keinginan, hingga praktik menyisihkan uang saku ke dalam celengan sebagai simulasi menabung sehari-hari.
“Tadi seru, aku jadi tahu kalau uang jajan enggak boleh dihabiskan semua, harus ada yang ditabung buat beli buku,” ujar salah satu siswa kelas IV SD N Candiareng.
Sebagai penguat pemahaman, mahasiswa turut menyerahkan media edukasi berupa poster mengenai pentingnya menabung sejak dini yang ditempel di dinding kelas agar pesan tersebut terus diingat siswa.
Satu Semangat, Tiga Sasaran
Mahasiswa pelaksana program menyampaikan bahwa ketiga kegiatan tersebut memiliki benang merah yang sama, yaitu membekali masyarakat dengan kebiasaan mengelola sumber daya, baik itu gizi, keuangan usaha, maupun uang saku, secara lebih terencana sejak dari unit terkecil, yakni keluarga dan individu.
“Ketiga program ini kami rancang bukan sekadar memberi teori, tetapi memberi alat bantu praktis yang bisa langsung diterapkan, baik oleh ibu balita, pelaku UMKM, maupun anak-anak sekolah dasar,” kata mahasiswa pelaksana program.
Melalui rangkaian program ini, mahasiswa berharap dampaknya tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi terus dipraktikkan masyarakat Desa Candiareng dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari upaya pencegahan stunting, penguatan ekonomi UMKM, hingga penanaman budaya menabung pada generasi muda.
Penulis: Brennio Sahata Aquinash Situmorang
Editor: Azis



