Mahasiswa KKN Undip Kenalkan “StuntBoard”: Kader Posyandu Mertan Dibekali Literasi Statistika dan Aplikasi Pendataan
Mahasiswa sosialisasikan stuntboard kepada 30 kader posyandu Desa Mertan
Jatengx.com, Sukoharjo — Sebanyak kurang lebih 30 anggota tim kader posyandu Desa Mertan mengikuti sosialisasi program “StuntBoard” yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro di Balai Desa Mertan, Rabu (5/8/2026). Program ini terdiri atas dua kegiatan, yaitu pemaparan materi “Statistika Tradisional dan Statistika Visual” serta pengenalan Aplikasi Tracker Posyandu Mertan sebagai alat bantu pendataan pasien.
Fauzan, mahasiswa KKN Tim II Undip yang menjadi penanggung jawab program kerja ini, mengungkapkan pentingnya mempelajari ilmu statistika. Menurutnya, mulai dari perhitungan sederhana hingga penafsiran kesimpulan dari visualisasi data, statistika dapat membantu proses pengambilan keputusan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk keperluan yang lebih penting.
Materi statistika dipaparkan dengan bantuan media PowerPoint di hadapan tim kader posyandu. Penyampaiannya dirancang interaktif dan mudah dipahami, menggunakan bahasa sederhana yang dapat dimengerti siapa pun, terlepas dari latar belakang bidang maupun jenjang pendidikannya.
Materi yang disampaikan mencakup perhitungan rata-rata (mean), median, dan modus, serta metode pengambilan sampel yang intuitif dan rutin digunakan dalam konteks posyandu. Pembahasan mengenai jenis data juga memberikan pemahaman baru bagi para kader yang sehari-hari bertugas mendata pasien.
Sesi ditutup dengan materi statistika visual, yang mengupas cara membaca dan membuat grafik serta perbedaannya dengan penyajian data dalam bentuk tabel.
“Meskipun program ini dirancang untuk kader posyandu, masyarakat umum juga dapat memperoleh manfaatnya. Statistika merupakan ilmu yang berfokus pada pengambilan keputusan yang tepat,” ujar Fauzan.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Aplikasi Tracker Posyandu Mertan. Aplikasi yang dibangun menggunakan AppSheet ini dapat dijalankan pada berbagai perangkat elektronik—dalam hal ini telepon genggam milik masing-masing kader. Aplikasi dapat diakses melalui pemindaian kode QR maupun tautan yang dibagikan kepada seluruh anggota kader.
Sejumlah kader mencoba langsung aplikasi tersebut dan memberikan masukan di tempat.
“Aplikasi ini sangat mudah untuk digunakan. Namun, untuk data seperti berat badan dan tinggi badan biasanya menggunakan angka desimal,” ujar salah satu kader yang mencoba aplikasi tersebut.
Masukan itu langsung ditindaklanjuti dengan aplikasi diperbarui segera setelah demonstrasi selesai.
Editor: Azis



