Mahasiswa KKN Undip beri pendampingan pembuatan akun marketplace UMKM untuk memperluas pasar
Jatengx.com, Pemalang – Tidak berhenti pada tahap produksi, program kerja Multidisiplin 1 Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim II TA 2025/2026 di Desa Cibiyuk, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang turut menyasar aspek pemasaran dari usaha briket sekam padi yang tengah dirintis warga.
Melalui program “Pengembangan Briket Sekam Padi melalui Pemanfaatan Marketplace Shopee sebagai Strategi Pemasaran Digital”, mahasiswa program studi Administrasi Bisnis hadir mendampingi pelaku usaha rintisan agar produk briket sekam padi tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga siap menjangkau pasar yang lebih luas melalui kanal digital.
“Program ini lahir dari kesadaran bahwa sebuah produk unggulan tidak akan berkembang optimal tanpa strategi pemasaran yang tepat,” ucap Suryo Nugroho, selaku Koordinator Desa.
Briket sekam padi yang dihasilkan warga Desa Cibiyuk memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, namun keterbatasan akses dan pengetahuan mengenai pemasaran digital menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan usaha baru tersebut.
Berangkat dari kondisi ini, mahasiswa KKN mengambil peran sebagai pendamping dalam membangun fondasi digital marketing, mulai dari pembuatan akun penjual (seller) di marketplace Shopee hingga pengenalan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, pada (6/8/2026)
Salah satu mahasiswa program studi Administrasi Bisnis yang menginisiasi program ini menjelaskan bahwa pemanfaatan marketplace merupakan langkah strategis untuk membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk briket sekam padi.
“Kami ingin memastikan bahwa produk briket sekam padi ini tidak hanya berhenti diproduksi, tetapi juga bisa benar-benar sampai ke tangan konsumen. Shopee kami pilih karena aksesnya mudah dan banyak digunakan masyarakat, sehingga cocok dijadikan pintu awal bagi pelaku usaha baru di desa untuk mengenal pemasaran digital,” ujarnya di sela-sela pendampingan pembuatan akun toko.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembuatan akun seller Shopee bersama pelaku usaha, dilanjutkan dengan pendampingan mengenai pentingnya kehadiran marketplace sebagai strategi pemasaran bagi bisnis yang baru dirintis.
Mahasiswa turut menjelaskan secara bertahap fungsi dari setiap fitur yang tersedia di dalam aplikasi, mulai dari pengaturan etalase toko, unggah produk, hingga pengelolaan pesanan, agar pelaku usaha dapat mengoperasikan akunnya secara mandiri di kemudian hari.
Proses pendampingan ini tidak lepas dari tantangan. Selain kondisi akses jaringan internet di wilayah desa yang belum sepenuhnya stabil, kendala utama justru muncul pada tahap peninjauan alamat toko, yang menuntut kedetailan dan keakuratan tinggi agar dapat diverifikasi oleh sistem Shopee.
Menyikapi hal tersebut, mahasiswa KKN memastikan penulisan alamat dilakukan secara rinci, mulai dari nama jalan, nomor rumah, hingga kode pos wilayah setempat. Sebagai langkah pendukung, fitur Google Maps yang terintegrasi pada aplikasi Shopee turut dimanfaatkan agar proses peninjauan titik lokasi toko dapat berjalan lebih akurat dan lancar.
Salah satu warga Desa Cibiyuk yang tergabung dalam kelompok usaha briket sekam padi, Ibu Warsiti, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan tersebut.
“Kami awalnya bingung bagaimana cara mendaftar toko online, apalagi soal alamat yang harus benar-benar sesuai. Untung ada adik-adik mahasiswa yang sabar membimbing sampai akun toko kami jadi dan bisa dipakai,” tuturnya.
Dengan terbentuknya akun seller Shopee ini, usaha briket sekam padi Desa Cibiyuk kini memiliki kanal pemasaran digital yang dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Program ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pelaku usaha rintisan di desa untuk lebih melek teknologi, sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal hingga ke luar wilayah Desa Cibiyuk.
Penulis/Reporter : Anindiva Syaibina
Kontak Media / Humas Kelompok : @cibiyukukuruyuk
Editor: Azis



