
Penguatan Manajemen Pengelolaan Sampah Berbasis Biopori melalui Edukasi, Penyusunan SOP, dan Administrasi Kelompok Lingkungan
Jatengx.com,Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro
(UNDIP) Periode 2025/2026, Arifa Fathania dari program studi Administrasi Bisnis, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Wonorejo,
Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan manajemen
pengelolaan sampah berbasis biopori melalui edukasi warga, penyusunan Standar Operasional
Prosedur (SOP), serta penataan administrasi kelompok lingkungan, guna mendukung pencapaian
Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)
dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta didukung poin 17
(Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kelembagaan kelompok lingkungan.
Berdasarkan hasil survei lapangan, pengelolaan sampah organik di Desa Wonorejo, termasuk
pemanfaatan lubang resapan biopori (LRB), masih berjalan secara sporadis dan belum didukung
tata kelola yang tertib. Program pemanfaatan biopori yang sebelumnya telah dirintis di tingkat
teknis berisiko tidak berkelanjutan apabila tidak dibarengi dengan pemahaman warga yang
merata, prosedur perawatan yang baku, serta kelompok pengelola lingkungan yang tertata secara
administratif.
Menanggapi kondisi tersebut, Arifa Fathania menginisiasi program penguatan manajemen
pengelolaan sampah yang mencakup tiga aspek utama: edukasi warga mengenai manfaat dan
cara kerja biopori sebagai alternatif pengelolaan sampah organik, penyusunan SOP pengelolaan
dan pemeliharaan biopori agar konsisten dijalankan, serta pembenahan administrasi kelompok
lingkungan mulai dari pencatatan keanggotaan, pembagian tugas, hingga dokumentasi kegiatan.
“Program ini bukan hanya soal membuat lubang biopori, tetapi memastikan pengelolaannya
berjalan berkelanjutan. Kami menyusun SOP yang mudah dipahami warga dan membantu
kelompok lingkungan menata administrasinya, supaya program ini tidak berhenti begitu kegiatan
KKN selesai,” jelas Arifa Fathania.
Kegiatan implementasi program diwujudkan melalui sosialisasi kepada warga dan kelompok
lingkungan Desa Wonorejo mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik berbasis biopori,
pendampingan penyusunan SOP perawatan biopori, serta pembenahan sistem administrasi
kelompok, termasuk penyusunan buku catatan kegiatan dan pembagian peran pengurus. Kepala Desa Wonorejo, Mulyono, menyambut baik program penguatan manajemen pengelolaan
sampah yang dilaksanakan mahasiswa KKN Undip. Ia berharap kelompok lingkungan Desa
Wonorejo dapat lebih tertib secara administratif dan program biopori dapat terus berjalan secara
mandiri oleh warga.
Melalui program penguatan manajemen pengelolaan sampah berbasis biopori ini, mahasiswa
berharap masyarakat Desa Wonorejo memiliki kelompok lingkungan yang lebih tertata, prosedur
perawatan biopori yang jelas dan konsisten, serta kesadaran kolektif untuk mengelola sampah
organik secara mandiri dan berkelanjutan, sejalan dengan pilar SDGs Kota dan Permukiman
yang Berkelanjutan serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.



