
Pemalang, 14 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Cibiyuk, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sekam padi menjadi briket arang sebagai salah satu upaya membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Program tersebut dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan pengenalan, pelatihan, serta pendampingan kepada kelompok tani di Desa Cibiyuk pada 2–15 Agustus 2026.
Desa Cibiyuk memiliki potensi pertanian yang cukup besar dengan sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Aktivitas pertanian dan penggilingan padi menghasilkan sekam sebagai hasil samping yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk memperkenalkan alternatif pemanfaatan sekam padi menjadi briket arang yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada proses pengolahan sekam padi menjadi briket, tetapi juga diarahkan pada pengembangan potensi produk agar memiliki nilai tambah dan peluang pemasaran yang lebih luas. Salah satu mahasiswa KKN, Nurdilah Zahrotunnisa dari Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, mengambil peran dalam pendampingan kelompok tani terkait peluang dan prosedur ekspor briket arang sekam padi.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam program karena produk yang dihasilkan tidak hanya perlu memiliki kualitas yang baik, tetapi juga perlu dipahami dari sisi pemasaran dan distribusinya apabila ingin dikembangkan menuju pasar yang lebih luas. Melalui pendekatan dari bidang manajemen dan administrasi logistik, Nurdilah memberikan pemahaman awal kepada kelompok tani mengenai potensi pemasaran briket arang sekam padi hingga ke pasar internasional.
Dalam kegiatan pendampingan, Nurdilah memperkenalkan kepada kelompok tani mengenai peluang ekspor produk briket serta gambaran tahapan yang perlu dipersiapkan sebelum suatu produk dapat dipasarkan ke luar negeri. Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar mengenai proses ekspor, persyaratan dokumen, kesiapan produk, standar kualitas, kemasan, serta pentingnya konsistensi produksi sebagai bagian dari persiapan memasuki pasar internasional.
Pendampingan dilakukan dengan menggunakan bahasa dan materi yang sederhana agar kelompok tani dapat memahami proses ekspor secara bertahap. Kelompok tani juga diberikan gambaran bahwa keberhasilan pemasaran produk ke pasar luar negeri tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan produk yang memenuhi standar, memiliki kualitas yang konsisten, serta mampu memenuhi persyaratan perdagangan internasional.
Selain memberikan pemahaman mengenai prosedur ekspor, kegiatan tersebut juga mengarahkan kelompok tani untuk melihat sekam padi dari sudut pandang yang berbeda. Sekam yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai limbah hasil pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Apabila pengolahan, kualitas, dan pemasarannya dapat dikembangkan secara berkelanjutan, briket arang sekam padi berpotensi menjadi salah satu alternatif produk usaha yang dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat Desa Cibiyuk.
Namun, dalam proses pendampingan ditemukan sejumlah kendala. Salah satunya adalah masih terbatasnya pengetahuan kelompok tani mengenai perdagangan internasional. Informasi mengenai prosedur ekspor, dokumen yang diperlukan, standar kualitas produk, hingga akses terhadap calon pembeli dari luar negeri masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam memperkenalkan konsep pemasaran briket menuju pasar internasional.
Untuk menjawab kendala tersebut, Nurdilah memberikan panduan secara bertahap mengenai hal-hal dasar yang perlu dipersiapkan apabila kelompok tani ingin mengembangkan produk menuju pasar ekspor. Pendampingan tidak diarahkan agar kelompok tani langsung melakukan ekspor, tetapi menjadi tahap awal untuk membangun pemahaman dan kesiapan masyarakat terhadap peluang tersebut.
Dalam perspektif logistik, kesiapan produk menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Produk yang memiliki peluang pasar tetap membutuhkan proses pengelolaan yang baik, mulai dari kesiapan bahan baku, proses produksi, kualitas, pengemasan, hingga distribusi. Oleh karena itu, kelompok tani didorong untuk mulai memperhatikan konsistensi kualitas dan kapasitas produksi agar produk briket dapat dikembangkan secara lebih terarah.
Pendampingan tersebut juga memberikan pemahaman bahwa pengembangan usaha berbasis hasil pertanian membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kelompok tani perlu meningkatkan pengetahuan mengenai kualitas produk, pencatatan produksi, pengemasan, serta pemasaran. Dengan kesiapan tersebut, produk briket arang sekam padi diharapkan tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Program yang dilaksanakan mahasiswa KKN ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Bagi Nurdilah Zahrotunnisa, keterlibatan dalam pendampingan memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan di bidang Manajemen dan Administrasi Logistik secara langsung kepada masyarakat. Konsep mengenai logistik, pemasaran, perdagangan internasional, dan alur distribusi diterapkan dalam bentuk edukasi yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan kelompok tani Desa Cibiyuk.
Melalui kegiatan tersebut, kelompok tani memperoleh pengetahuan awal mengenai peluang pengembangan briket arang sekam padi, khususnya dari sisi pemasaran dan kemungkinan menjangkau pasar internasional. Pendampingan juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya melihat sekam padi sebagai limbah, tetapi sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan nilai tambah produk pertanian di Desa Cibiyuk. Dengan adanya pendampingan secara berkelanjutan, kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kesiapan produk secara bertahap, memperluas wawasan mengenai pemasaran, serta membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas di masa mendatang.
Pada akhirnya, pemanfaatan sekam padi menjadi briket tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi limbah hasil pertanian, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peran mahasiswa melalui pendampingan, khususnya dalam memberikan wawasan mengenai peluang dan prosedur ekspor, diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi kelompok tani untuk mengembangkan produk lokal Desa Cibiyuk agar memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
Penulis/Reporter:
Nurdilah Zahrotunnisa
Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro
KKN UNDIP Tim II Tahun Akademik 2025/2026 Desa Cibiyuk



