
Mahasiswa KKN Undip Dorong Pemanfaatan Sekam Padi melalui Biopori Bernilai Ekonomi di Desa Wonorejo
Sragen — Mahasiswa KKN Reguler Tim II 127 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program Optimalisasi Ekonomi Sirkular melalui penerapan sistem biopori berbasis sekam padi di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Program ini mengangkat permasalahan pengelolaan sampah organik sekaligus melihat potensi ekonomi dari limbah pertanian yang tersedia di desa.
Selama ini, sebagian masyarakat masih membakar sampah organik seperti daun kering dan sisa pertanian karena belum optimalnya pengelolaan sampah. Di sisi lain, Desa Wonorejo memiliki ketersediaan sekam padi yang cukup melimpah dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.
Dalam program tersebut, mahasiswa dari bidang Akuntansi turut mengkaji aspek ekonomi dari pemanfaatan sekam padi. Kegiatan dilakukan melalui survei biaya dan potensi hasil, penyusunan booklet edukasi, serta analisis kelayakan ekonomi untuk memberikan gambaran mengenai nilai guna dan peluang ekonomi dari penerapan biopori.
Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan untuk memperkenalkan pemanfaatan sekam padi sebagai alternatif pengelolaan limbah. Masyarakat tidak hanya diajak melihat biopori dari sisi lingkungan, tetapi juga memahami bahwa limbah pertanian dapat dikelola menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi.
Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi pembakaran sampah dan mulai memanfaatkan limbah pertanian secara lebih produktif. Dari sisi Akuntansi, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan juga dapat dikaji melalui perhitungan biaya dan potensi manfaat ekonomi agar program dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program KKN di Desa Wonorejo menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan permasalahan nyata masyarakat. Pemanfaatan sekam padi melalui konsep ekonomi sirkular diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat desa.
Penulis: Feby Wahyu Pristitasari
Editor: Tim KKN Desa Wonorejo




