
Desa Krobokan – Komitmen perguruan tinggi dalam mengakselerasi pembangunan desa berbasis potensi lokal kembali diwujudkan secara konkret melalui skema pengabdian masyarakat. Tim KKN-R Universitas Diponegoro (Undip) yang terdiri dari mahasiswa lintas fakultas berkolaborasi menjalankan program terpadu bertajuk “Desa Krobokan Berdaya Digital melalui Penguatan SDM untuk Meningkatkan Kreativitas dan Ekonomi Masyarakat”. Rangkaian program multidisiplin ini bermuara pada pembentukan sebuah wadah inovatif bernama Forum Bina Karya Digital Krobokan (F-KBDK). Wadah ini diproyeksikan secara strategis untuk berfungsi sebagai Inkubator Pemasaran Komoditas, Kepatuhan Regulasi, dan Kreativitas Budaya Lokal yang menaungi seluruh aktivitas pemberdayaan masyarakat desa.
Memasuki era serbadigital, penguatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Krobokan melalui ekosistem F-KBDK diawali dari sektor promosi dan tata kelola keuangan usaha warga. Mahasiswa Informatika, Muhammad Shafwan Raihan S, menginisiasi pelatihan pembuatan konten digital berupa desain grafis, serta penyuluhan pengelolaan media sosial desa. Lewat templat desain berbasis barcode, warga difasilitasi untuk mempromosikan potensi dan kreativitas budaya desa secara mandiri. Langkah ini kemudian diperkuat di sektor usaha mikro oleh Putri Angelica Nur Fahira dari program studi Akuntansi Perpajakan melalui Klinik Literasi Pembukuan Digital UMKM. Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM dibimbing untuk beralih dari pencatatan manual ke sistem pembukuan digital guna meningkatkan akurasi laporan keuangan. Untuk memastikan keberlanjutan dan kepastian marjin usaha, Diah Azhari dari program studi Akuntansi turut memperkenalkan inovasi aplikasi Sistem Informasi Perhitungan, Administrasi, dan Dokumentasi Usaha (SIPANDU). Warga diajak untuk mempraktikkan langsung perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), estimasi keuntungan, hingga titik impas atau Break Even Point (BEP) secara presisi sebelum menetapkan harga jual di pasar.
Penguatan ekonomi warga melalui inkubator F-KBDK juga menyasar sektor pertanian secara spesifik, khususnya pada komoditas unggulan jagung dan singkong yang menjadi urat nadi perekonomian desa. Transformasi pemasaran komoditas ini diwujudkan melalui pembuatan Database Kemitraan Agribisnis Digital oleh Thomas Aldi Joko Maryanto dari program studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang. Ia menyusun direktori digital yang menghimpun kontak pengepul dan industri, serta mengedukasi warga dalam memanfaatkan komunitas daring seperti Facebook untuk memperluas jangkauan pasar. Upaya perluasan pasar ini diimbangi dengan pembangunan fondasi internal yang kuat oleh Haniyatul Khoeriyah dari program studi Sejarah melalui penguatan kelembagaan pemasaran hasil tani. Ia membimbing para petani untuk mengorganisasi sistem pemasaran secara kolektif, sehingga komoditas lokal memiliki daya tawar yang tinggi dan nilai jual yang kompetitif di luar lingkup pasar lokal.
Menutup rantai pemberdayaan dari hulu ke hilir dalam ekosistem inkubator F-KBDK, aspek legalitas hadir sebagai benteng kepastian usaha warga. Aditya Putra Pratama, mahasiswa Ilmu Hukum, menghadirkan Klinik Hukum Pemasaran Agribisnis Digital dan Kemitraan Rantai Pasok (B2B) untuk memastikan pilar kepatuhan regulasi berjalan optimal. Dalam pelaksanaannya, para petani dibekali pemahaman komprehensif mengenai alur Jual Beli Aman Hasil Panen seperti edukasi pentingnya bukti tertulis maupun tidak tertulis dalam transaksi jual beli hasil panen. Selain itu, diberikan pula edukasi kritis terkait bahaya sistem ijon, pentingnya pencatatan riwayat transaksi melalui “buku pintar panen”, serta mekanisme penyelesaian sengketa jual beli hasil bumi. Melalui sinergi multidisiplin dari keenam mahasiswa KKN-R Undip ini, Forum Bina Karya Digital Krobokan (F-KBDK) diharapkan terus hidup dan berkembang sebagai inkubator mandiri yang mampu menopang daya cipta, tata kelola hukum yang tertib, serta kemandirian ekonomi masyarakat Desa Krobokan secara berkelanjutan.



