
Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pembelajaran sejarah yang menarik dan interaktif, mahasiswa Sejarah melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan berupa permainan edukatif Teka-Teki Silang (TTS) Sejarah bagi anak-anak sekolah dasar pada tanggal 14 Juli 2026 Kegiatan ini mengangkat tema peristiwa-peristiwa penting menjelang dan sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dengan tujuan mengenalkan sejarah sekaligus melatih kemampuan berpikir dan kerja sama antarpeserta didik.
Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengenal kembali berbagai peristiwa dan tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, seperti Peristiwa Rengasdengklok, perumusan naskah Proklamasi, pembacaan teks Proklamasi, serta tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Materi tersebut dikemas dalam bentuk pertanyaan mendatar dan menurun yang harus diselesaikan siswa melalui permainan TTS.
Permainan dilaksanakan secara berkelompok sehingga siswa dapat berdiskusi dan bertukar pengetahuan untuk menemukan jawaban yang tepat. Mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan aturan permainan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Selama permainan berlangsung, mahasiswa memberikan petunjuk apabila siswa mengalami kesulitan sekaligus mendampingi jalannya kegiatan agar tetap tertib, ceria, dan kondusif.
(Haniyatul Khoeriyah – Sejarah)
Tidak hanya berfokus pada menemukan jawaban, setiap kata dan jawaban yang muncul dalam TTS juga disertai penjelasan mengenai peristiwa maupun tokoh yang berkaitan. Dengan demikian, siswa tidak sekadar menghafalkan nama atau peristiwa sejarah, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai makna dan keterkaitannya dengan proses Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Siswa mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai peristiwa dan tokoh penting dalam sejarah Proklamasi. Selain menambah pengetahuan sejarah, permainan ini juga membantu melatih kemampuan siswa dalam mengingat informasi, berpikir untuk menemukan jawaban, berkomunikasi, serta bekerja sama dalam kelompok.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran sejarah diharapkan dapat menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan dan mudah diterima oleh anak-anak. Penggunaan permainan edukatif seperti TTS juga menjadi salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang aktif sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, Quality Education, melalui kegiatan edukasi yang interaktif dan berkualitas.



