
Desa Krobokan, 16 Juli 2026 — Belajar mengelola keuangan tidak harus selalu dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Hal tersebut diterapkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui program edukasi literasi keuangan kepada siswa-siswi SD Negeri 02 Krobokan, Desa Krobokan. Dengan menggabungkan edukasi, kuis, dan permainan lelang, kegiatan ini mengajak siswa memahami cara menggunakan uang secara bijak melalui pengalaman langsung.
Konsep kegiatan tersebut dirancang oleh Diah Azhari, mahasiswa Program Studi S-1 Akuntansi Universitas Diponegoro sebagai bentuk edukasi keuangan sejak dini. Menurut Diah, penggunaan simulasi dalam kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami konsep keuangan secara teori, tetapi juga dapat merasakan langsung bagaimana sebuah keputusan finansial dapat memberikan konsekuensi tertentu.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai konsep dasar keuangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Para siswa diperkenalkan dengan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, menentukan prioritas, serta mempertimbangkan keputusan sebelum menggunakan uang.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif. Setiap soal memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dan memberikan poin berupa uang mainan dengan nominal tertentu bagi siswa yang berhasil menjawab dengan benar. Dengan demikian, semakin banyak soal yang mampu diselesaikan, semakin besar pula modal yang dapat dikumpulkan oleh masing-masing siswa.
Uang mainan yang telah dikumpulkan kemudian digunakan dalam sesi lelang makanan dan jajanan. Para siswa diberikan kesempatan untuk memilih barang yang ingin mereka dapatkan dengan mempertimbangkan jumlah uang yang tersedia. Mereka harus menentukan apakah akan menggunakan uang untuk membeli barang yang diinginkan atau menyimpan sebagian uang untuk mengikuti lelang berikutnya.
Melalui mekanisme tersebut, siswa dihadapkan pada kondisi ketika jumlah uang yang dimiliki terbatas. Keputusan untuk menghabiskan uang pada satu barang dapat membuat mereka kehilangan kesempatan untuk mengikuti lelang berikutnya. Sebaliknya, siswa yang mampu menghemat memiliki modal yang lebih besar untuk digunakan pada kesempatan selanjutnya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mengenai pentingnya mengatur keuangan berdasarkan prioritas. Anak-anak tidak hanya belajar bahwa uang dapat digunakan untuk membeli sesuatu, tetapi juga memahami bahwa penggunaan uang perlu disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Kuis yang memberikan uang mainan membuat siswa terdorong untuk menjawab pertanyaan, sementara sesi lelang memberikan pengalaman kompetitif yang menyenangkan sekaligus mengharuskan mereka berpikir sebelum mengambil keputusan.
“Seru, soalnya bisa dapat uang mainan dari jawab pertanyaan terus uangnya bisa dipakai buat beli jajanan di sesi lelang.”
Melalui perpaduan edukasi dan simulasi, kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan dapat diperkenalkan kepada anak-anak dengan cara yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Pengalaman memperoleh “pendapatan”, mengatur modal, menentukan pilihan, hingga merasakan konsekuensi dari keputusan yang diambil menjadi pembelajaran praktis bagi siswa SD Negeri 02 Krobokan untuk mengenal pengelolaan keuangan sejak dini.
Penulis/Reporter: Diah Azhari
Fotografer: Tim Dokumentasi KKN Tim II Desa Krobokan
Kontak Media / Humas Kelompok: Instagram: @kkn.krobokan.undip



