Mahasiswa bersama masyarakat menyerahkan media edukasi yang digunakan dalam sosialisasi kualitas perairan dan eutrofikasi di Waduk Kedung Ombo sebagai pedoman.
Jatengx.com Sragen – Mahasiswa KKN-T 76 Universitas Diponegoro Desa Gilirejo Baru melaksanakan kegiatan sosialisasi kualitas perairan dan eutrofikasi di Waduk Kedung Ombo, Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman kelompok nelayan mengenai kondisi kualitas perairan waduk serta membantu menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat terkait permasalahan budidaya dan tangkapan ikan yang mereka hadapi kepada pihak terkait.
Kepala Desa Gilirejo Baru, Supratikno, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kelompok nelayan, mengenai kondisi kualitas perairan Waduk Kedung Ombo serta menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan perikanan.
“Permasalahan seperti kondisi perairan ini sebenarnya hampir setiap tahun kami hadapi. Terutama ketika kondisi air berubah, masyarakat yang bergantung pada perairan juga ikut terdampak,” ujar Supratikno.
Kegiatan pada Senin (26/7) diawali dengan penyampaian materi mengenai kualitas perairan dan kondisi Waduk Kedung Ombo oleh mahasiswa FPIK dari kelompok KKN-T 76 Universitas Diponegoro. Mahasiswa memperkenalkan ciri-ciri perairan sehat dan tercemar, parameter kualitas air, serta memperkenalkan fenomena eutrofikasi, algal bloom, anoksia, umbalan, stratifikasi, dan mixing.
Mahasiswa bersama masyarakat nelayan kemudian membahas kondisi perairan waduk, faktor yang dapat memengaruhi kualitas air, serta dampaknya terhadap ikan. Pembahasan juga mencakup langkah pencegahan dan pemantauan kualitas perairan secara berkala.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan dalam memberikan sosialisasi mengenai kualitas perairan dan eutrofikasi. Mahasiswa memperkenalkan peta sebaran klorofil-a sebagai langkah awal dalam mengenali kondisi perairan.
Saat sesi diskusi, salah satu anggota kelompok nelayan menyampaikan kebutuhan akan penanganan penyakit ikan yang lebih efektif ketika terjadi kematian massal ikan.
Masyarakat turut berperan aktif dalam mengikuti kegiatan sosialisasi, memberikan informasi mengenai kondisi dan permasalahan yang terjadi di wilayah perairan Waduk Kedung Ombo, serta menyampaikan aspirasi dan tanggapan ke pihak terkait mengenai permasalahan budidaya dan tangkapan nelayan yang mereka hadapi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dan masyarakat saling bertukar informasi mengenai kondisi perairan dan permasalahan yang berkaitan dengan aktivitas perairan di Waduk Kedung Ombo.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenali kondisi perairan di wilayah Waduk Kedung Ombo melalui hasil pengamatan yang dilakukan.
Selain memberikan manfaat sebagai informasi pendukung bagi masyarakat dan kelompok nelayan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk saling bertukar informasi mengenai kondisi perairan dan permasalahan yang berkaitan dengan aktivitas perairan.
Salah satu anggota kelompok nelayan RT 11, Eko, turut menyampaikan aspirasi terkait permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan budidaya ikan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA). Ia mengungkapkan bahwa kematian massal pada ikan beberapa kali terjadi sehingga diperlukan penanganan yang lebih efektif.
“Kalau dari saya, yang paling dibutuhkan itu antibiotik yang ampuh untuk ikan, supaya ketika ikan sakit bisa segera ditangani dan tidak sampai terjadi kematian dalam jumlah banyak,” ujar Eko.
Nelayan juga menceritakan perubahan kondisi perairan yang beberapa kali terjadi pada sekitar Juli–Agustus, ditandai dengan perubahan warna dan kekeruhan air serta kematian ikan secara massal. Fenomena tersebut oleh masyarakat diduga berkaitan dengan umbalan. Namun, diperlukan pengamatan dan pengukuran lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat nelayan, dapat lebih memahami kondisi kualitas perairan Waduk Kedung Ombo serta mengenali berbagai fenomena yang dapat memengaruhi keberlangsungan kegiatan perikanan. Hasil pengamatan dan diskusi bersama masyarakat juga diharapkan dapat menjadi informasi pendukung dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi perairan dan permasalahan yang terjadi di wilayah waduk.
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T 76 Universitas Diponegoro dalam mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat serta menjembatani penyampaian aspirasi nelayan kepada pihak terkait dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perairan Waduk Kedung Ombo.
Penulis: Pua Grace Eunike, Tim KKNT-76 UNDIP, Sosmas FPIK
Editor: Azis



