
Kabupaten Sragen, 4 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Kelompok 9 Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen dari Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan program kerja sosial Masyarakat saintek yaitu “Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Organik Berbahan Dasar Kotoran Kambing dengan Aktivator EM4 dan Molase” yang bertempat di kandang kambing milik Bapak Mandoyo, RT 13 Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan limbah peternakan, khususnya kotoran kambing, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan menyasar peternak kambing, program ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah kotoran kambing menjadi pupuk kompos organik yang lebih aman, bermanfaat, dan memiliki nilai guna bagi pertanian maupun tanaman di lingkungan sekitar.
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian kompos, manfaat pengolahan kotoran kambing, serta keunggulan kompos dibandingkan kotoran kambing mentah. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai bahan yang digunakan, yaitu kotoran kambing, EM4, molase, dan air, beserta fungsi masing-masing bahan dalam proses fermentasi.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan kompos. Kotoran kambing terlebih dahulu diletakkan di atas alas, kemudian disemprot menggunakan larutan EM4 dan molase yang telah dicampurkan dengan air hingga merata dan lembap. Bahan yang telah tercampur kemudian dimasukkan ke dalam wadah seperti ember atau galon bekas untuk proses fermentasi.
Dalam proses fermentasi, bahan kompos perlu dibalik setiap satu minggu agar proses penguraian berlangsung secara merata. Proses tersebut dilakukan selama kurang lebih tiga minggu hingga kompos matang, ditandai dengan warna cokelat kehitaman, tidak berbau menyengat, serta siap digunakan sebagai pupuk organik.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat menerapkan penge
tahuan dan keterampilan yang diperoleh secara mandiri dan berkelanjutan. Pengolahan kotoran kambing menjadi kompos juga diharapkan dapat mengurangi potensi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan pupuk organik yang dapat membantu menyuburkan tanah dan mendukung pemanfaatan sumber daya lokal.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme peserta yang mengikuti setiap tahapan, mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatan kompos. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara mahasiswa KKN dengan peserta.
Penulis/Reporter: Efrat Haffys Nugrahanto
Fotografer: Bonfilio Paska Adhyatmaka
Instagram: @kkn_desakedawung



