
Pemalang, 13 Agustus 2026 — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Chandradevi Ardhanareswari Fakultas Hukum angkatan 2023, bersama tim mahasiswa Soshum lainnya melaksanakan program sosial kemasyarakatan kolaboratif bertajuk “From Local to Global: Penguatan Kapasitas dan Digitalisasi UMKM Desa Babakan menuju SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)”. Dalam program ini, Chandra berfokus pada kegiatan “Edukasi Pentingnya Legalitas Usaha Mikro melalui Pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha)” yang menyasar para pelaku usaha mikro di Desa Babakan.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman pelaku usaha mikro di Desa Babakan mengenai pentingnya legalitas usaha, khususnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB). Banyak pelaku usaha di Desa Babakan yang telah menjalankan usahanya bertahun-tahun namun belum memiliki NIB, sehingga berpotensi kehilangan berbagai kemudahan yang seharusnya dapat diakses, mulai dari perlindungan hukum, akses permodalan, hingga peluang kemitraan usaha. Selain itu, banyak pelaku UMKM di Desa Babakan yang menjalani usahanya di masa lansia, berangkat dari latar belakang yang terdapat di Desa Babakan melalui survei, Chandra memandang pentingnya aspek legalitas ini agar disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami masyarakat.
Melalui program ini, Chandra menjelaskan pengertian dan manfaat NIB, serta memaparkan tahapan pendaftaran secara step by step melalui sistem OSS (Online Single Submission), mulai dari persiapan dokumen hingga penerbitan NIB. Sebagai pelengkap, ia juga membagikan pamflet informatif mengenai NIB agar masyarakat dapat mempelajarinya kembali secara mandiri di rumah.
Salah satu pelaku usaha, pemilik warung yang berlokasi di depan balai desa, menyampaikan tanggapannya terhadap kegiatan ini.
“Saya baru tahu ternyata daftar NIB itu gratis dan bisa lewat HP saja, selama ini saya kira harus ribet dan bayar mahal. Terimakasih sudah memberi edukasi yang berguna ini mbak”
Edukasi NIB yang dibawakan Chandra merupakan satu dari rangkaian program kolaboratif Soshum yang saling melengkapi dalam upaya menaikkan kelas UMKM Desa Babakan. Zieda Imania Ramadani mendampingi pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usahanya di Google Maps agar lebih mudah ditemukan pelanggan, Harlan Yazid Abdullah membawakan pelatihan pelayanan pelanggan berbasis filosofi Omotenashi khas Jepang, Mohammad Rizky Aimany mendampingi penerapan pembayaran digital QRIS, Fenita Wina Kirana merancang banner infografis kependudukan desa, Aisyah Ambar Sari memberikan psikoedukasi penguatan motivasi dan kepercayaan diri UMKM dalam mengadopsi teknologi, serta Nasywa Athanindya Insyirra membuat template pembukuan sederhana bagi pelaku usaha.
Melalui keseluruhan rangkaian program tersebut, Tim KKN Undip berharap pelaku usaha mikro di Desa Babakan dapat semakin legal, tertib administrasi, melek digital, dan berdaya saing, sehingga mampu berkembang dari skala lokal menuju pasar yang lebih luas.



