
Kedawung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja sosial masyarakat berupa pendataan dan pendampingan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Kedawung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab anak putus sekolah sekaligus memberikan motivasi agar mereka dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Kegiatan diawali dengan berkoordinasi bersama ketua RT untuk memperoleh data anak yang tidak bersekolah. Setelah itu, mahasiswa KKN mengunjungi rumah masing-masing anak untuk berdiskusi langsung dengan mereka dan keluarganya. Dalam pelaksanaannya, setiap anggota kelompok mendapat pembagian wilayah agar proses pendataan berjalan lebih efektif. Penulis bertugas mengunjungi RT 6, RT 22, RT 23, RT 25, dan RT 34.
Dari hasil kunjungan, diketahui bahwa setiap anak memiliki alasan yang berbeda-beda mengapa tidak melanjutkan sekolah. Beberapa di antaranya disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga, kurangnya motivasi belajar, hingga faktor lingkungan dan kondisi keluarga. Melalui percakapan secara langsung, mahasiswa KKN berusaha memahami kondisi mereka sekaligus memberikan dorongan agar tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan.
Selain melakukan pendataan, mahasiswa juga memberikan informasi mengenai alternatif pendidikan nonformal, salah satunya melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendekatan dilakukan secara persuasif dengan melibatkan keluarga agar mereka memahami pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.
Pendampingan yang dilakukan memberikan hasil yang menggembirakan. Setelah melalui beberapa kali komunikasi dan pendekatan, kelompok KKN berhasil mendampingi satu anak di Desa Kedawung untuk kembali melanjutkan pendidikan di PKBM Handayani Sragen.
Meskipun baru satu anak yang berhasil kembali bersekolah, capaian ini menjadi langkah awal yang berarti. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan serta mendorong lebih banyak anak yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Penulis : Rebeca Afrylina Sihite, Mahasiswa KKN Reguler TIM II Kelompok 9, Desa Kedawung, Kabupaten Sragen



