Sesuai kegiatan mahasiswa berfoto dengan pelaku UMKM Kedai Ibu Kenzo
Jatengx.com, Kendal — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II IDBU-04 Universitas Diponegoro (Undip) mendampingi Kedai Ibu Kenzo di Desa Donosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dalam penguatan identitas usaha, legalitas, dan pemanfaatan teknologi digital. Pendampingan yang berlangsung pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Multidisiplin II.
Program ini dilaksanakan oleh Dico Ananda Rosit Purba (11000123130090), Binsar Hamonangan Sianturi (11000123130306), Cempaka Setya Samwitami Putri (11000123140606), Lukas Julius Christopher Simorangkir (11000123120025), Abdul Qodir Al Jailani (21050123140047), Aliya Haya Nabila Baloqis (11000123130318), Ecleshia Devina Neisha Utomo (11000123120004), Melisa Kristianti (11000123120106), Fadilla Aisha Maghrifa (15000123140271), dan Asyifa Aulia Suheri (11000123120012).
Program pendampingan disusun berdasarkan kebutuhan usaha untuk memperkuat identitas sekaligus menyesuaikan kegiatan pemasaran dengan perkembangan teknologi digital. Sejumlah luaran yang disiapkan meliputi logo usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), katalog menu, akun media sosial, Google Maps, QRIS, serta media promosi.
“Pendampingan kami disesuaikan dengan kebutuhan Kedai Ibu Kenzo. Jadi, tidak hanya membuat media promosi, tetapi juga membantu dari sisi identitas, legalitas, lokasi usaha, sampai sistem pembayaran agar berbagai aspek tersebut dapat saling mendukung,” ujar salah satu mahasiswa KKN Tim II Undip.
Pendampingan dilakukan oleh sepuluh mahasiswa dengan pembagian tugas sesuai bidang masing-masing. Melisa Kristianti dan Binsar Hamonangan Sianturi mendampingi pembuatan logo usaha sekaligus membantu proses pengurusan NIB. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat identitas sekaligus aspek legalitas usaha.
Ecleshia Devina Neisha Utomo bersama Dico Ananda Rosit Purba menyusun katalog menu yang memuat informasi produk secara lebih terstruktur. Sementara itu, Aliya Haya Nabila Baloqis membuat video konten promosi sebagai salah satu materi pemasaran digital.
Pada sisi identitas digital, Cempaka Setya Samwitami Putri membuat akun Gmail dan Instagram untuk Kedai Ibu Kenzo. Lukas Julius Christopher Simorangkir bersama Asyifa Aulia Suheri mendampingi pembuatan QRIS sebagai alternatif pembayaran nontunai.
Untuk memudahkan pelanggan menemukan lokasi usaha, Abdul Qodir Al Jailani dan Fadilla Aisha Maghrifa melakukan pendaftaran lokasi Kedai Ibu Kenzo pada Google Maps. Fadilla Aisha Maghrifa bersama Dico Ananda Rosit Purba juga menyusun desain banner sebagai media informasi dan promosi di lokasi usaha.
Kegiatan tidak berhenti pada pembuatan berbagai luaran tersebut. Mahasiswa melakukan observasi kebutuhan, konsultasi dengan pemilik usaha, serta praktik penggunaan sejumlah platform digital. Pemilik usaha juga diberikan penjelasan mengenai fungsi masing-masing media agar dapat mengelolanya secara mandiri.
Pendekatan tersebut digunakan agar digitalisasi tidak hanya menghasilkan akun atau perangkat promosi baru, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pemilik usaha mengenai pemanfaatannya dalam kegiatan sehari-hari. Dengan demikian, media digital yang telah dibuat dapat digunakan untuk memperkenalkan produk, menyampaikan informasi kepada pelanggan, serta mendukung kegiatan transaksi.
Penguatan legalitas juga menjadi bagian dari pendampingan. Pengurusan NIB diperkenalkan sebagai salah satu langkah administratif yang dapat mendukung pengembangan usaha secara lebih terstruktur, sementara penggunaan QRIS memberikan alternatif bagi pelanggan dalam melakukan pembayaran.
Berbagai luaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Kedai Ibu Kenzo dari beberapa sisi sekaligus, mulai dari identitas usaha, legalitas, akses informasi, pemasaran, hingga transaksi digital. Pendampingan ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan promosi, tetapi dapat mencakup berbagai kebutuhan usaha yang saling berkaitan.
Program pemberdayaan UMKM tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas usaha, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM.
Dosen Pembimbing Lapangan: Dyah Wijaningsih, S.H., M.H.
Penulis: Mahasiswa KKN Tim II IDBU-04 Universitas Diponegoro Desa Donosari
Instagram: @jejak.donosari
Editor: Azis



