Mahasiswa membuat kolam azolla sebagai penyiapan alternatif pakan bebek
Jatengx.com, Sukoharjo – Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun Ajaran 2025/2026 melaksanakan program pembuatan kolam budidaya Azolla sebagai alternatif pakan ternak dengan menerapkan prinsip circular economy. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 Juli hingga 14 Agustus 2026 di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.
Program ini dilatarbelakangi oleh tekanan kenaikan harga pakan yang menjadi salah satu tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan bebek. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh peternak di Desa Majasto, tetapi juga terjadi di berbagai daerah.
Berdasarkan informasi dari Penjuru.id, diketahui bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Bangun Sejahtera Kemang” yang bergerak di bidang peternakan bebek petelur melaporkan bahwa kenaikan harga pakan menjadi salah satu kendala utama dalam kegiatan produksi, di tengah tantangan produktivitas ternak lainnya.
Selaras dengan itu, Menurut laporan yang dimuat pada harga.web.id menunjukan adanya peningkatan harga pakan bebek bermerek, seperti Hi-Pro-Vite 144 dibandingkan periode sebelumnya.
Tekanan harga tersebut turut menjadi perhatian di tingkat nasional. Dikutip dari fraksipkb.com, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menyampaikan bahwa harga pakan bebek petelur telah mengalami kenaikan hingga tiga kali dalam kurun waktu dua bulan. Kondisi tersebut semakin membebani peternak karena Harga Pokok Produksi (HPP) bebek petelur berada di kisaran Rp1.732, sedangkan harga jual telur hanya berkisar Rp1.400–Rp1.500. Situasi ini kemudian mendorong Persatuan Peternak Bebek Nasional (PPBN) menyampaikan aspirasi melalui aksi protes dalam kegiatan “Rembug Nasional Peternak Rakyat, Harga Pakan Melambung, Harga Telur Bikin Kembung” di Sleman, Yogyakarta, pada Mei 2026 (FPKB DPR RI, 10 Mei 2026).
Dalam konteks yang lebih luas, tekanan terhadap harga pakan unggas juga terjadi secara nasional. Meskipun data berikut merujuk pada pakan ayam dan bukan pakan bebek secara spesifik, kondisi tersebut dapat menggambarkan tekanan struktural pada rantai pasok pakan unggas.
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia, Kusnan, menyebutkan bahwa harga pakan ayam mengalami kenaikan secara bertahap dan konsisten sejak April 2026. Salah satu faktor yang disebut berpengaruh adalah pelemahan nilai tukar rupiah karena sekitar 70 persen bahan baku pakan, seperti soybean meal dan jagung, masih bergantung pada impor (Asatu News, 11 Mei 2026).
Sementara itu, harga jagung sebagai salah satu komponen utama pakan tercatat tumbuh 2,9 persen secara bulanan dan 54,9 persen secara tahunan pada Mei 2026 (Kontan, 13 Juni 2026).
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan alternatif pakan yang memanfaatkan sumber daya lokal. Azolla dipilih karena dapat dibudidayakan dengan relatif sederhana dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Pemanfaatan Azolla diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang harganya rentan terhadap perubahan kondisi pasar.
Melalui pendekatan circular economy, budidaya Azolla diarahkan untuk mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dengan mengembangkan sumber pakan alternatif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan pola pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan di tingkat desa.
Program ini juga berkontribusi terhadap beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dari aspek SDG 2 – Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), budidaya Azolla mendukung ketersediaan sumber pakan alternatif bagi ternak sehingga dapat membantu menjaga keberlanjutan produksi pangan asal hewan, khususnya telur dan daging bebek.
Dari aspek SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), pemanfaatan pakan alternatif berpotensi membantu mengurangi tekanan biaya produksi peternakan sehingga dapat mendukung keberlangsungan usaha ternak dan perekonomian masyarakat desa.
Sementara itu, dari aspek SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production), budidaya Azolla mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien serta membuka alternatif produksi pakan yang lebih berkelanjutan dan tidak sepenuhnya bergantung pada bahan baku pakan konvensional.

Dalam pelaksanaannya, Tim II KKN UNDIP membangun kolam budidaya Azolla, melakukan penanaman, serta melaksanakan pemeliharaan hingga Azolla dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari komposisi pakan ternak. Pelaksanaan program juga melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembangunan dan pemanfaatan teknologi sederhana yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan Desa Majasto.
Pengembangan kolam Azolla tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan budidaya, tetapi juga sebagai tahap awal pengujian pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kebutuhan pakan pada usaha peternakan bebek BUMDes.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa Azolla telah berhasil dimanfaatkan sebagai bagian dari komposisi pakan ternak. Pada pengujian pertama, Azolla diberikan sebesar 15% dari total 3-kilogram pakan utama.
Capaian tersebut menjadi tahap awal dalam menguji potensi Azolla sebagai alternatif bahan pakan sekaligus memberikan pengalaman awal bagi masyarakat dalam membudidayakan dan memanfaatkannya sebagai bagian dari pakan ternak. Hasil ini juga menjadi dasar untuk melihat peluang pengembangan budidaya Azolla secara lebih berkelanjutan di Desa Majasto.
Melalui program ini, Tim II KKN UNDIP berharap budidaya Azolla dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu alternatif penyediaan pakan yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Pengembangan tersebut diharapkan mampu mendukung efisiensi biaya produksi, mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan, serta memperkuat keberlanjutan usaha peternakan bebek BUMDes.
Lebih dari sekadar penyediaan alternatif pakan, program ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan prinsip circular economy di tingkat desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien, ekonomis, dan berkelanjutan.
Sumber Refrensi
Adella, Seusy. “BUMDes Bangun Sejahtera Kemang Hadapi Tantangan Produksi Telur Bebek, Kenaikan Harga Pakan Jadi Kendala Utama.” Penjuru.ID, 25 May 2026, https://www.penjuru.id/bumdes-bangun-sejahtera-kemang-hadapi-tantangan-produksi-telur-bebek-kenaikan-harga-pakan-jadi-kendala-utama/
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. “Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur.” FPKB DPR RI, 10 May 2026, https://www.fraksipkb.com/2026/05/10/chusnunia-minta-pemerintah-perhatikan-keluhan-peternak-terkait-anjloknya-harga-telur/
Nurdiana, Avanty. “Harga Ayam Dan Pakan Naik, Saham Sektor Poultry Dinilai Masih Tahan Banting.” Kontan.Co.Id, Kontan, 13 June 2026, https://investasi.kontan.co.id/news/harga-ayam-dan-pakan-naik-saham-sektor-poultry-dinilai-masih-tahan-banting
Setiawan, Dony. “Harga Pakan Ternak Naik Bertahap Akibat Depresiasi Rupiah.” Asatunews, Asatunews.co.id, 11 May 2026, https://www.asatunews.co.id/harga-pakan-ternak-naik-rupiah
Tim Harga.web.id. “Update Harga Pakan Bebek Petelur Terbaru Maret 2026.” Harga Web ID, 26 Mar. 2026, https://harga.web.id/harga-pakan-bebek-petelur.info
Penulis: Tim II KKN UNDIP Tahun Ajaran 2025/2026 Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo
Editor: Azis



