Mahasiswa KKN UNDIP menyusun Harga Pokok Produksi (HPP) dan harga jual
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro turut berkontribusi dalam pengembangan inovasi produk Ecowash melalui penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP) dan harga jual. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Ferdiana Rosyada Selly, mahasiswa Akuntansi Perpajakan ini bertujuan membantu masyarakat mengetahui biaya produksi serta menentukan harga jual produk secara lebih terukur.
Dalam kegiatan (31/7) tersebut, Ferdiana melakukan perhitungan terhadap berbagai komponen biaya yang digunakan dalam produksi Ecowash berukuran 250 mL. Perhitungan meliputi biaya bahan baku, bahan penolong, kemasan, tenaga kerja, serta biaya operasional dan penggunaan alat.
Setiap biaya dihitung berdasarkan jumlah bahan yang digunakan dalam satu kali produksi sehingga dapat diketahui modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu botol Ecowash.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya produksi Ecowash berada di kisaran Rp7.800 per botol. Dengan mempertimbangkan keuntungan sebesar 20%, harga jual yang disarankan adalah sekitar Rp9.500 per botol. Perhitungan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam menentukan harga produk sekaligus memperkirakan keuntungan yang dapat diperoleh.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui pengembangan potensi produk yang dapat menjadi peluang usaha dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, serta SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan limbah buah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu Akuntansi Perpajakan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memberikan pemahaman sederhana kepada masyarakat mengenai pentingnya menghitung biaya produksi sebelum menentukan harga jual.
Ecowash diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Penulis: Ferdiana Rosyada Selly
Editor: Azis



