Mahasiswa KKN UNDIP menggunakan pembelajaran interaktif mendorong siswa lebih antusias belajar dan percaya diri
Jatengx.com, Batang – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Salah satu mahasiswa yang turut mengambil peran dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Rosalia Puspa Adekayanti (40020523620002), mahasiswa Program Studi Bahasa Asing Terapan, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.
Selama periode KKN, Rosalia terlibat dalam tiga program multidisiplin serta kegiatan sosial kemasyarakatan di bidang pendidikan. Kontribusinya mencakup berbagai bidang, mulai dari edukasi lingkungan, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), produksi media audiovisual, hingga pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar.
Berbagai peran tersebut menjadi bentuk penerapan keilmuan sekaligus keterampilan yang dimiliki Rosalia selama menjalani masa pengabdian di Desa Sijono, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.
Bahasa Inggris Tidak Harus Jauh dari Kehidupan Anak
Pada Kamis (23/7), Rosalia melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan di bidang pendidikan dengan turun langsung ke SD Sijono. Kegiatan tersebut dikemas dalam kelas bahasa Inggris bertajuk Language Camp yang ditujukan kepada siswa sekolah dasar.
Sebagai mahasiswa Bahasa Asing Terapan, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi Rosalia untuk menerapkan kompetensi yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan. Pembelajaran dirancang agar bahasa Inggris dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa.
Dalam pelaksanaannya, Rosalia tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga mengajak siswa untuk terlibat melalui berbagai aktivitas dan latihan. Pendekatan tersebut digunakan agar siswa lebih aktif mengikuti pembelajaran sekaligus memiliki keberanian untuk menggunakan bahasa Inggris dalam konteks sederhana.
“Menurut saya, belajar bahasa Inggris untuk anak-anak tidak harus selalu dilakukan dengan metode yang kaku. Justru ketika dibuat menyenangkan, mereka bisa lebih berani untuk mencoba dan tidak takut salah,” ujar Rosalia.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Rosalia juga menyiapkan modul pembelajaran Language Camp yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar. Materi dalam modul menjadi panduan dalam pelaksanaan pembelajaran sekaligus salah satu luaran dari kegiatan sosial kemasyarakatan yang dijalankan.
“One Small Choice” dan Kesadaran Mengelola Sampah
Memasuki program Multidisiplin 1 pada 2 Agustus 2026, Rosalia turut mengambil bagian dalam program Bank Sampah Desa Sijono. Kontribusinya diwujudkan melalui pembuatan video edukasi berbahasa Inggris berjudul One Small Choice yang ditujukan kepada anak-anak SD Sijono.
Video tersebut membawa gagasan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari pilihan sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui media audiovisual, Rosalia berupaya memperkenalkan pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah dengan cara yang lebih dekat dengan karakteristik anak-anak.
“Lewat video ini saya ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan sebenarnya bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana. Satu pilihan kecil, seperti memilah sampah, bisa menjadi kebiasaan yang membawa dampak lebih besar,” jelas Rosalia.
Untuk memperluas wawasan siswa, video One Small Choice juga memberikan gambaran mengenai pengelolaan sampah di Jepang dan Korea Selatan. Kedua negara tersebut digunakan sebagai contoh bagaimana pemilahan dan pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.

Pemilihan bahasa Inggris dalam video menjadi bagian dari penerapan bidang keilmuan Rosalia sebagai mahasiswa Bahasa Asing Terapan. Bahasa asing digunakan bukan sekadar sebagai unsur tambahan dalam video, tetapi sebagai media untuk menyampaikan pesan mengenai lingkungan sekaligus memperkenalkan wawasan global kepada siswa.
Pesan utama yang ingin disampaikan melalui One Small Choice adalah bahwa anak-anak juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan. Kebiasaan memilah sampah dari hal sederhana diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk ikut berkontribusi dalam keberadaan dan keberlanjutan Bank Sampah Desa Sijono.
Bahasa Juga Bisa Menjadi Bagian dari Identitas Produk
Pada Jum’at (7/8), Rosalia kembali terlibat dalam program Multidisiplin 2 yang berfokus pada digitalisasi dan pengembangan UMKM khas Desa Sijono. Program tersebut salah satunya diarahkan pada pengembangan UMKM Ayam Panggang Khas Sijono.
Dalam program tersebut, Rosalia berkontribusi melalui pembuatan banner sebagai media promosi UMKM. Banner dirancang untuk membantu memperkuat identitas visual produk sekaligus menyampaikan informasi mengenai produk kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik.
Latar belakang Bahasa Asing Terapan kembali diterapkan dalam luaran tersebut melalui penggunaan tagline berbahasa Inggris. Penggunaan bahasa Inggris menjadi salah satu unsur yang memberikan karakter pada media promosi sekaligus menjadi bentuk penerapan kemampuan bahasa dalam konteks komunikasi pemasaran.

Dari Ruang Kelas hingga Ruang Pengabdian
Rangkaian kegiatan yang diikuti Rosalia selama KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 memperlihatkan beragam bentuk penerapan ilmu yang dimilikinya. Dalam bidang pendidikan, ia menggunakan kemampuan bahasa Inggris melalui kegiatan Language Camp. Dalam isu lingkungan, kemampuan tersebut dikembangkan menjadi media edukasi melalui video One Small Choice. Sementara dalam pengembangan UMKM, bahasa Inggris diterapkan melalui tagline pada media promosi Ayam Panggang Khas Sijono.
Di sisi lain, keterampilan audiovisual yang dimilikinya juga mendapat ruang melalui produksi video profil desa. Peran sebagai camera person dan editor membuat Rosalia terlibat sejak proses pengambilan gambar hingga tahap akhir produksi.
“Buat saya, KKN bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja. Yang paling penting adalah bagaimana kemampuan yang kita punya bisa benar-benar digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tutur Rosalia.
Bagi Rosalia, berbagai kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi dapat diterapkan dalam konteks masyarakat. Setiap program memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga mahasiswa dituntut untuk mampu menyesuaikan kompetensi yang dimiliki dengan kondisi di lapangan.
Dari sebuah kelas bahasa Inggris, sebuah video edukasi, media promosi UMKM, hingga video profil desa, setiap luaran menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Rosalia di Desa Sijono. Pada akhirnya, One Small Choice tidak hanya menjadi judul sebuah video, tetapi juga menggambarkan bahwa kontribusi kepada masyarakat dapat dimulai dari satu pilihan kecil, kemudian berkembang menjadi sesuatu yang memiliki dampak lebih luas.
Penulis: Rosalia Puspa Adekayanti
Editor: Azis



