Mahasiswa edukasi Pencegahan Stunting kepada Ibu-ibu Gedung Posyandu Melati 2, Dadimulyo, Desa Krecek,
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2025/2026 melalui Program Multidisiplin 2 melaksanakan rangkaian kegiatan yang berfokus pada upaya pencegahan stunting di Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Rangkaian program dilaksanakan secara bertahap pada 22–27 Juli 2026 dengan melibatkan anak-anak, ibu balita, kader Posyandu, serta pemerintah desa.
Program Multidisiplin 2 mengusung tema “Integrasi Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Pemenuhan Gizi, Edukasi Pangan, dan Pemantauan Kesehatan Anak dalam Pencegahan Stunting Sejak Usia Dini.” Rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan edukasi dari tingkat anak dan keluarga hingga mendorong dukungan di tingkat pemerintah desa.
Kegiatan diawali pada 22 dan 23 Juli 2026 di TK Taruna Teladan melalui program kerja yang menyasar anak-anak. Edukasi diberikan dengan pendekatan yang interaktif dan disesuaikan dengan usia anak agar informasi mengenai kesehatan dan makanan sehat dapat diterima dengan lebih mudah.
“Kegiatan juga memanfaatkan metode yang menyenangkan sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain,” jelas Aryati Triandini

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada Jumat, (24/7) di Gedung Posyandu Melati 2, Dadimulyo, Desa Krecek, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Aryati Triandini bersama Maia dan Adrian tersebut menyasar ibu balita dan kader Posyandu.
Salah satu materi yang diberikan adalah “Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga untuk Pencegahan Stunting pada Anak Usia Dini.” Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengertian stunting, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penyebab dan faktor risiko, dampak jangka panjang, serta peran ibu dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Materi juga membahas berbagai permasalahan gizi, seperti hidden hunger, Environmental Enteric Dysfunction (EED), double burden of malnutrition, serta mitos dan fakta mengenai stunting. Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar peserta dapat memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas dan keberagaman asupan serta kondisi kesehatan anak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pemenuhan gizi dan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Pemanfaatan telur bebek sebagai salah satu potensi pangan lokal sumber protein turut dikenalkan sebagai contoh bahan pangan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Selain pemenuhan gizi, peserta didorong untuk lebih memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak. Apabila ditemukan adanya kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, orang tua diharapkan tidak menunda pemeriksaan dan dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan maupun dokter tumbuh kembang sesuai kebutuhan.
Kader Posyandu juga menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memiliki kedekatan dengan keluarga di lingkungan masyarakat. Kader diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi mengenai pencegahan stunting, mendukung pemantauan tumbuh kembang anak, serta mengarahkan keluarga untuk memperoleh layanan kesehatan apabila diperlukan.
Sebagai salah satu luaran kegiatan, mahasiswa turut membagikan leaflet “Mencegah Stunting Sejak Dini” kepada peserta. Leaflet tersebut dapat digunakan sebagai media pengingat mengenai informasi stunting dan langkah pencegahannya serta dimanfaatkan kembali untuk menyebarluaskan edukasi kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Rangkaian Program Multidisiplin 2 kemudian dilanjutkan pada 27 Juli 2026 di Kantor Desa Krecek melalui pemaparan policy brief oleh Valen kepada Bapak Kukuh Harsana selaku Kepala Desa Krecek. Pemaparan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan hasil kegiatan mahasiswa dengan pemerintah desa melalui penyampaian rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan secara bertahap tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Edukasi kepada anak, peningkatan pengetahuan ibu balita dan kader Posyandu, pemenuhan gizi, pemanfaatan pangan lokal, pemantauan tumbuh kembang, hingga dukungan pemerintah desa menjadi bagian yang saling melengkapi.
Melalui Program Multidisiplin 2, mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP 2025/2026 berharap pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Krecek mengenai pencegahan stunting dapat semakin meningkat.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat mendorong keluarga, kader Posyandu, masyarakat, dan pemerintah desa untuk bersama-sama membangun upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan.
Penulis: mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP 2025/2026
Editor: Azis





