Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro Rumpun Soshum berfoto bersama siswa SDN Bendungan 1 setelah melaksanakan kegiatan edukasi sebagai fasilitator Cinta Lingkungan
Jatengx.com, Sragen — Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, merapikan tempat tidur, menghemat air dan listrik, hingga menghormati tetangga menjadi bagian dari edukasi kedisiplinan yang diberikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro kepada siswa SDN Bendungan 1, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Kegiatan bertajuk Fasilitator Cinta Lingkungan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/2026). Program kerja sosial kemasyarakatan itu mengajak siswa memahami pentingnya mematuhi aturan dan norma, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat.
Mahasiswa KKN, Hadrianus Yudha Christanto, memfasilitasi kegiatan edukasi yang menghubungkan kedisiplinan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak memahami bahwa aturan tidak semata-mata berkaitan dengan kewajiban yang harus ditaati, tetapi juga membentuk kebiasaan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan.
Materi disampaikan secara interaktif dengan menggunakan pemaparan visual dan diskusi. Siswa diajak mengidentifikasi berbagai contoh perilaku disiplin yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Di lingkungan sekolah, misalnya, siswa diajak membahas kebiasaan menjaga kebersihan kelas, membuang sampah sesuai jenisnya, serta memelihara fasilitas belajar. Kebiasaan tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekolah.
Pembahasan kemudian diperluas ke lingkungan rumah. Siswa diajak mengenali bentuk kedisiplinan yang dapat dilakukan dengan membantu orang tua, menghemat penggunaan air dan listrik, merapikan tempat tidur, serta mematuhi aturan dan norma kesopanan di dalam keluarga.
Sementara itu, di lingkungan masyarakat, siswa diperkenalkan pada pentingnya menjaga ketertiban umum, menghormati tetangga, serta tidak membuang sampah sembarangan.
Salah satu contoh yang diberikan adalah kebiasaan membuang sampah plastik pada tempatnya. Tindakan yang terlihat sederhana tersebut dapat membantu mencegah sampah menyumbat saluran drainase sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Pendekatan tersebut membuat siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak mengaitkan pembahasan dengan pengalaman mereka sehari-hari. Dalam sesi diskusi, siswa aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai aturan yang mereka temui di rumah maupun lingkungan sekitar.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka juga menyampaikan komitmen untuk lebih disiplin dalam mematuhi aturan dan menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mendorong terbentuknya pemahaman bahwa kedisiplinan merupakan tanggung jawab bersama. Kebiasaan mematuhi aturan sejak usia sekolah diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kedisiplinan dan kepedulian lingkungan adalah dua kunci utama pembentuk karakter bangsa yang bermartabat.” tegas Hadrianus Yudha Christanto
Program Fasilitator Cinta Lingkungan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan karakter berbasis kedisiplinan.
Selain itu, kegiatan berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui pembiasaan perilaku tertib dan kepedulian terhadap lingkungan. Program ini juga mendukung SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penanaman sikap taat terhadap norma sejak dini.
Dari sisi pengabdian, kegiatan tersebut mengintegrasikan empat pilar pengabdian Universitas Diponegoro. Pilar pendidikan diwujudkan melalui edukasi mengenai pentingnya aturan. Pilar sosial hadir melalui pembentukan karakter yang menghormati norma dalam kehidupan bersama.
Pilar lingkungan diterapkan melalui pembiasaan menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Adapun pilar budaya diwujudkan melalui penanaman nilai gotong royong dan kesopanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama sesi edukasi. Siswa diharapkan dapat membawa kebiasaan disiplin dan peduli lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Dengan pembiasaan tersebut, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama. Nilai-nilai kedisiplinan yang ditanamkan sejak dini diharapkan berkembang menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan mereka.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Kepala Sekolah, guru, dan staf SDN Bendungan 1, Pemerintah Desa Bendungan, Dosen Pembimbing Lapangan, rekan-rekan Tim II KKN Universitas Diponegoro 2025/2026 Desa Bendungan, serta para siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Penulis: Hadrianus Yudha Christanto
Edirtor: Azis



