Mahasiswa KKN Undip bersama siswa SDN Bendungan 1 berfoto bersama seusai kegiatan edukasi literasi keuangan tentang pentingnya menabung dan bijak menggunakan uang.
Jatengx.com, Sragen – Kebiasaan mengelola uang tidak selalu harus dimulai dari hal yang rumit. Bagi anak-anak, mengenal perbedaan antara kebutuhan dan keinginan serta belajar menyisihkan uang untuk ditabung dapat menjadi langkah awal membangun literasi keuangan.
Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2025/2026 melalui kegiatan edukasi literasi keuangan bagi anak-anak di SDN Bendungan 1, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut dilaksanakan melalui pendampingan dan mentoring yang mengenalkan pentingnya menabung serta menggunakan uang secara bijak. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator dengan menyampaikan materi menggunakan bahasa sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.
Anak-anak diajak memahami bahwa uang yang diterima, termasuk uang saku, perlu digunakan dengan pertimbangan. Sebagian uang dapat disisihkan untuk ditabung, sementara pengeluaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan.
Belajar Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Anak-anak diajak memahami bahwa kebutuhan merupakan sesuatu yang perlu dipenuhi, sedangkan keinginan dapat ditunda apabila belum menjadi prioritas.
Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan. Mahasiswa menggunakan cerita, contoh situasi sehari-hari, dan diskusi agar anak-anak lebih mudah memahami konsep pengelolaan uang.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan menceritakan kebiasaan mereka dalam menggunakan uang. Dari proses tersebut, anak-anak diajak merefleksikan keputusan sederhana yang mereka lakukan ketika menerima atau membelanjakan uang.
Mahasiswa kemudian mengenalkan manfaat menabung. Anak-anak didorong untuk menyisihkan sebagian uang yang dimiliki secara rutin dan menentukan tujuan sederhana dari tabungan tersebut.
Kebiasaan menabung diharapkan tidak sekadar membuat anak memiliki simpanan, tetapi juga melatih kemampuan mengendalikan keinginan dan mempertimbangkan penggunaan uang.
Edukasi tersebut dinilai penting karena anak mulai berinteraksi dengan uang dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman menerima uang saku, membeli makanan, atau memilih barang menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar mengambil keputusan keuangan secara sederhana.
Melalui pemahaman sejak dini, anak diharapkan tidak mudah menghabiskan uang tanpa pertimbangan. Kebiasaan hidup hemat dan bertanggung jawab juga dapat terbentuk melalui praktik sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan tersebut mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pemberian pengetahuan dasar mengenai literasi keuangan. Program juga berkaitan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan kebiasaan menabung sebagai bagian dari literasi keuangan sejak dini.
Selain itu, kegiatan mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum menggunakan uang.
Dari sisi pengabdian, kegiatan mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya. Interaksi mahasiswa dan siswa memperkuat aspek sosial, sedangkan pengenalan menabung dan pengelolaan uang menjadi bagian dari edukasi ekonomi.
Pada aspek lingkungan, anak diajak memahami penggunaan barang sesuai kebutuhan sehingga dapat mengurangi perilaku konsumtif yang tidak diperlukan. Sementara dari sisi budaya, kegiatan mendorong kebiasaan hidup hemat, bertanggung jawab, dan bijak dalam menggunakan uang.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Undip berharap literasi keuangan tidak berhenti pada pemahaman teori. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan uang, menentukan prioritas, dan mempertimbangkan sebelum membeli diharapkan dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengenal pengelolaan uang sejak dini, anak-anak Desa Bendungan diharapkan memiliki bekal untuk tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan.
Penyusun: Naia Aulia Zulfa
Program Studi / Fakultas: Akuntansi / Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro
Editor: Azis



