Mahasiswa hadir memberikan edukasi pemasaran digital melalui marketplace khususnya Shopee kepada pelaku UMKM
Jatengx.com, Sragen – Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pemasaran. Melalui marketplace, produk lokal kini dapat dipasarkan kepada konsumen tanpa terbatas jarak dan lokasi. Namun, para pelaku UMKM belum tentu dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila pelaku usaha belum memahami cara mengelola pemasaran secara digital.
Kondisi tersebut disikapi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dengan menghadirkan program Edukasi Pemasaran Digital melalui Marketplace, khususnya Shopee, bagi pelaku UMKM Desa Bendungan.
Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan Shopee, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai cara membuka toko, mengunggah produk, memanfaatkan fitur promosi, hingga mengelola pesanan. Shopee memungkinkan UMKM membuka toko digital, mengunggah produk, menerima pesanan, dan melakukan transaksi secara online.
Dari perspektif Administrasi Bisnis, kegiatan ini menjadi penerapan langsung ilmu pemasaran dan pengelolaan bisnis. Peserta tidak hanya diajak “berjualan online”, tetapi belajar bagaimana membangun toko digital, menyajikan produk dengan baik, menjangkau konsumen, serta mengelola proses penjualan secara lebih terarah.
Pelatihan dilakukan secara sederhana dan bertahap agar mudah dipahami oleh pelaku UMKM. Peserta diperkenalkan pada langkah-langkah memulai usaha di Shopee, mulai dari menyiapkan dokumen, membuat akun, mendaftarkan toko, mengatur profil, menambahkan produk, melakukan publish, hingga mengelola pesanan.
Selain itu, elaku UMKM juga dikenalkan dengan sejumlah fitur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemasaran, seperti Voucher Toko, Gratis Ongkir, dan Shopee Live. Fitur-fitur tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan daya tarik produk sekaligus membuka peluang menjangkau lebih banyak konsumen.
Melalui kegiatan ini, UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing, serta membangun penjualan yang lebih berkelanjutan.
Laura Arela Siahaan menyampaikan program yang dilaksanakan memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Quality Education (Pendidikan Bermutu).
“Melalui peningkatan keterampilan digital dan kewirausahaan masyarakat, peserta memperoleh pembelajaran praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha, mulai dari mengelola toko digital hingga memasarkan produk melalui marketplace,” jelasnya.
Edukasi Pemasaran Digital melalui Marketplace khususnya Shopee menjadi langkah sederhana untuk membantu UMKM Desa Bendungan beradaptasi dengan perkembangan dunia usaha. Melalui keterampilan yang diperoleh, masyarakat tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga belajar melihat teknologi sebagai peluang untuk memperluas pasar dan mengembangkan usaha.
Program ini menjadi wujud penerapan ilmu Administrasi Bisnis dalam pengabdian masyarakat: menghubungkan pengetahuan pemasaran dengan kebutuhan nyata pelaku usaha. Dari produk yang dihasilkan di desa, kini terbuka peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas melalui dunia digital.
Mahasiswa KKN UNDIP menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Desa sehingga kegiatan sukses telaksana.
“Terima kasih kepada Pemerintah Desa Bendungan, Ibu-Ibu PKK, Karang Taruna, pelaku UMKM, dan masyarakat Desa Bendungan, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan edukasi pemasaran digital multidisiplin 1 ini,” tutupnya.
Penulis: Laura Arela Siahaan
Editor: Azis



