
Majasto, 8 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berkontribusi dalam mendukung kualitas pelayanan Posyandu Desa Majasto melalui program kerja “Pendampingan Administrasi dan Pelayanan Posyandu Remaja”. Kegiatan ini menggabungkan pendampingan administrasi secara langsung dengan penyediaan media edukasi mengenai Married By Accident (MBA) bagi remaja.
Program yang digagas oleh Mathilda H. Larasati dari Program Studi Administrasi Publik ini dilaksanakan dalam kegiatan posyandu yang melayani beberapa kelompok sasaran, mulai dari remaja, orang tua, lansia, hingga balita. Keterlibatan mahasiswa difokuskan pada membantu proses administrasi dan pencatatan agar alur pelayanan dapat berjalan dengan lebih tertib dan terorganisasi.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut membantu proses pendaftaran peserta, pencatatan data pelayanan, serta pencatatan perkembangan berat badan balita pada Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Pendampingan tersebut dilakukan secara langsung selama proses pelayanan berlangsung, sehingga data peserta dapat tercatat dengan lebih rapi dan mendukung pemantauan kondisi serta perkembangan peserta posyandu.
Keterlibatan dalam proses administrasi tersebut menjadi bentuk penerapan ilmu Administrasi Publik dalam penyelenggaraan pelayanan masyarakat. Melalui pencatatan dan pendampingan alur pelayanan, mahasiswa turut membantu pengelola posyandu memberikan pelayanan yang lebih sistematis kepada masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat serta edukasi mengenai kesehatan dan pencegahan MBA bagi remaja. Di sisi lain, pendampingan administrasi dan penguatan alur pelayanan turut mendukung SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam mendorong pelayanan masyarakat yang lebih tertib, efektif, dan terorganisasi.
Tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, program ini juga menghasilkan konten edukasi mengenai Married By Accident (MBA) sebagai media informasi bagi remaja. Konten tersebut membahas MBA serta pentingnya membangun pergaulan yang sehat, bertanggung jawab, dan mampu mempertimbangkan konsekuensi dari setiap keputusan. Penggunaan media digital dipilih sebagai sarana penyampaian informasi yang lebih dekat dengan keseharian remaja dan mudah diakses kembali.
Kombinasi antara pendampingan administrasi dan edukasi tersebut menjadi upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi pada dua aspek pelayanan sekaligus, yaitu mendukung keteraturan proses pelayanan posyandu dan meningkatkan kesadaran remaja terhadap isu yang berkaitan dengan kesehatan, pergaulan, serta masa depan mereka.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu kelancaran pelayanan Posyandu Desa Majasto sekaligus meninggalkan media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, posyandu tidak hanya berperan sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi ruang yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan serta pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya remaja.



