Kayla serahkan buku saku UMKM kepada pelaku usaha di Desa Tambakboyo
Jatengx.com, Sukoharjo – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, memiliki potensi untuk terus berkembang. Namun, keterbatasan informasi mengenai berbagai layanan dan program pemerintah yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Melihat kondisi tersebut, Kayla Aqillasyani mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro dari Program Studi Administrasi Publik, melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Akses Layanan Pemerintah bagi Pelaku UMKM Desa Tambakboyo”. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku UMKM mengenali berbagai layanan pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha.
Kegiatan ini dilakukan dengan metode door to door yaitu dengan mendatangi rumah sekaligus tempat usaha pelaku UMKM satu per satu. Pendekatan ini dilakukan agar penyampaian informasi dapat berlangsung secara lebih langsung dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Sebelum pelaksanaan sosialisasi, Kayla melakukan observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan pelaku UMKM di Desa Tambakboyo. Hasil observasi dan wawancara tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan informasi yang disampaikan kepada pelaku UMKM.
“Sebelum melakukan edukasi kepada masyarakat terkait akses layanan pemerintah bagi pelaku UMKM, kami observasi dan wawancara kepada pelaku UMKM untuk mengetahui kondisi dan kebutuhannya,” jelasnya Kayla

Melalui kunjungan langsung, pelaku UMKM mendapatkan informasi mengenai akses layanan pemerintah yang dapat mendukung pengembangan usaha. Metode door to door juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan pertanyaan dan kondisi usaha yang mereka hadapi secara langsung, sehingga informasi yang diberikan dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Kegiatan ini menekankan bahwa akses terhadap informasi menjadi salah satu hal penting dalam membantu UMKM berkembang. Dengan mengetahui layanan dan program pemerintah seperti NIB, SEHATI, dan Akses Tambah Modal, pelaku usaha diharapkan dapat lebih aktif mencari serta memanfaatkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.

Sebagai luaran kegiatan, Kayla menyusun buku saku informasi akses layanan pemerintah bagi pelaku UMKM. Buku saku tersebut dirancang sebagai panduan praktis yang dapat digunakan kembali oleh pelaku UMKM ketika membutuhkan informasi mengenai layanan pemerintah untuk mendukung pengembangan usaha.
“Penyusunan buku saku juga menjadi upaya agar informasi yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai. Pelaku UMKM dapat menggunakan buku tersebut sebagai bahan rujukan untuk mengetahui layanan pemerintah yang relevan dan mencari informasi lebih lanjut secara mandiri,” pungkas Kayla.
Melalui kegiatan ini, Kayla Aqillasyani sebagai mahasiswa Administrasi Publik berupaya menjadi penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Tambakboyo.
Dengan akses informasi yang lebih baik, pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan layanan pemerintah secara lebih optimal dan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha serta naik kelas.
Editor: Azis



