
Jatengx.com, Kendal – Peralihan menuju pemanfaatan energi bersih menjadi salah satu tantangan sekaligus kebutuhan penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Ketergantungan terhadap energi fosil yang semakin menipis serta dampaknya terhadap perubahan iklim mendorong perlunya pengenalan dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sejak usia dini. Salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik.
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Saya Mohammad Tsani Wijaya dari Program Studi D4 Teknik Listrik Industri Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 140 Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja bertajuk “Edukasi Literasi Energi Terbarukan melalui Pembuatan Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi Siswa SDN 3 Ngabean.” Program ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep energi terbarukan kepada siswa sekolah dasar melalui media pembelajaran interaktif berupa prototipe PLTS sehingga materi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan menarik bagi peserta didik.
Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal memiliki potensi untuk mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi surya. Indonesia sebagai negara tropis memperoleh intensitas penyinaran matahari yang relatif tinggi sepanjang tahun sehingga memiliki peluang besar dalam pengembangan teknologi PLTS sebagai salah satu sumber energi bersih. Namun demikian, tingkat literasi masyarakat, khususnya pada kalangan pelajar sekolah dasar, mengenai konsep energi terbarukan, manfaatnya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, pendidikan sejak dini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pemanfaatan energi yang ramah lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian energi, perbedaan sumber energi fosil dan energi terbarukan, jenis-jenis energi terbarukan yang tersedia di Indonesia, serta prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Materi disampaikan menggunakan metode yang komunikatif, disertai ilustrasi visual, diskusi interaktif, dan contoh penerapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Sebagai media pembelajaran, mahasiswa KKN-T Tim 140 merancang dan menampilkan sebuah prototipe PLTS yang menggambarkan proses konversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Melalui demonstrasi tersebut, siswa dapat mengamati secara langsung bagaimana panel surya menangkap energi matahari, mengubahnya menjadi energi listrik, dan memanfaatkannya untuk menyalakan beban listrik sederhana seperti lampu LED dan Kipas. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa sehingga konsep-konsep yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.
Selain demonstrasi prototipe, kegiatan juga dikemas dalam bentuk sesi tanya jawab, permainan edukatif, serta kuis interaktif yang bertujuan meningkatkan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat siswa dalam mengajukan pertanyaan mengenai cara kerja panel surya, manfaat energi matahari, hingga pentingnya menghemat penggunaan listrik di rumah. Melalui pendekatan yang menyenangkan, proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membangun rasa ingin tahu terhadap perkembangan teknologi energi bersih.
Program ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan literasi energi terbarukan sejak usia sekolah dasar sebagai bekal dalam membentuk karakter generasi yang peduli terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknologi PLTS sebagai salah satu bentuk pemanfaatan energi bersih yang dapat diterapkan di Indonesia, meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya konservasi energi, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui penggunaan energi yang berkelanjutan.
Pelaksanaan program memberikan berbagai manfaat, baik bagi peserta didik maupun lingkungan sekolah. Bagi siswa, kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan mengenai energi terbarukan, memperluas wawasan tentang teknologi pembangkit listrik tenaga surya, serta menumbuhkan minat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang energi dan kelistrikan. Bagi pihak sekolah, prototipe PLTS dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sederhana dalam mendukung materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Sementara itu, bagi masyarakat secara luas, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya hemat energi dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Program edukasi ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi komitmen pembangunan global. Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan berbasis pengalaman sehingga mampu meningkatkan kualitas literasi sains dan teknologi peserta didik. Kedua, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, dengan memperkenalkan pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan yang bersih, aman, dan berkelanjutan. Ketiga, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penanaman perilaku hemat energi dan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana sejak usia dini. Keempat, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan energi bersih sebagai salah satu langkah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung mitigasi perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-T Tim 140 Universitas Diponegoro berharap pendidikan mengenai energi terbarukan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi mampu menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar energi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Penanaman nilai-nilai keberlanjutan sejak usia dini diharapkan dapat melahirkan generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, memahami pentingnya pemanfaatan energi bersih, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Program ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyelesaian permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini, tetapi juga berperan dalam membangun kapasitas generasi muda melalui pendidikan. Dengan mengintegrasikan inovasi teknologi, pendekatan edukatif, dan nilai-nilai keberlanjutan, Mahasiswa KKN-T Tim 140 Universitas Diponegoro berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih cerdas, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan transisi energi di masa mendatang.
Editor: Azis



