
Jatengx.com, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan pendampingan dan observasi pada salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) emping melinjo di Desa Bendosari, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, pada Senin (3/8).
Kegiatan diawali dengan wawancara sederhana bersama Ibu Shofi, salah satu pelaku UMKM yang berperan sebagai pengepul emping melinjo hasil produksi masyarakat Desa Bendosari. Dalam wawancara tersebut, mahasiswa memperoleh informasi mengenai proses usaha, mulai dari pengumpulan hasil produksi emping melinjo dari para perajin hingga proses pengemasan sebelum dipasarkan.
Ibu Shofi menjelaskan bahwa emping melinjo yang telah dikumpulkan kemudian dikemas dengan rapi serta selanjutnya dipasarkan melalui berbagai saluran, seperti pasar-pasar terdekat, pemesanan melalui aplikasi WhatsApp, teman Ibu Shofi yang turut membantu proses penjualan, serta layanan pesan kirim. Namun, produk tersebut belum pernah dipasarkan melalui aplikasi Shopee maupun TikTok Shop. Pelaku UMKM sebelumnya pernah memasarkan produknya melalui Marketplace Facebook, tetapi saat ini sudah tidak aktif karena terkendala dalam penggunaan gawai. Selain itu, harga emping harus diperbarui secara berkala karena selalu berubah mengikuti harga pasar serta dipengaruhi oleh jumlah hasil panen melinjo. Walaupun begitu, jangkauan pemasaran UMKM ini tidak hanya terbatas di wilayah sekitar, tetapi juga telah mencapai konsumen di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan.
Melalui kegiatan observasi dan wawancara ini, mahasiswa KKN UPGRIS memperoleh pemahaman mengenai proses distribusi dan pemasaran produk lokal yang dijalankan oleh masyarakat Desa Bendosari. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan mahasiswa terhadap pengembangan UMKM desa agar semakin dikenal luas dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Mahasiswa KKN UPGRIS berharap pendampingan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, sekaligus menjadi langkah awal dalam menggali potensi desa yang dapat terus dikembangkan melalui inovasi pemasaran dan promosi produk lokal.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu dan ikut andil dalam memberi pendampingan kepada UMKM setempat, mengenai digitalisasi, pemasaran, serta kondisi nyata para pelaku UMKM di Desa Bendosari. Kegiatan ini diharapkan menjadi tempat silaturahmi dengan warga,” ungkap Aulia Nurhaliza selaku penanggung jawab Bidang UMKM KKN UPGRIS kelompok 65 Desa Bendosari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS kelompok 65 Desa Bendosari berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM lokal melalui berbagai program pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Sinergi antara mahasiswa dan pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing produk lokal, memperluas akses pemasaran, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Dengan demikian, potensi UMKM Desa Bendosari dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Editor: Azis



