Mitigasi Bencana Berbasis Lingkungan: KKN Universitas PGRI Semarang Kelompok 20 Bangun Incinerator di Desa Nyatnyono

Jatengx.com, Kab. Semarang – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang Kelompok 20 menginisiasi pembuatan incinerator sederhana di Desa Nyatnyono. Program ini dirancang sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan sampah yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan bencana lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik pembakaran sampah terbuka serta penumpukan sampah rumah tangga di beberapa titik desa. Kondisi tersebut dapat memicu pencemaran udara, penyebaran penyakit, hingga meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada musim kemarau. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 menghadirkan incinerator sebagai alternatif pengolahan sampah yang lebih terkontrol dan relatif lebih aman.

Incinerator yang dibangun merupakan alat pembakaran sampah dengan sistem tertutup yang dirancang untuk mengurangi asap berlebih dan meminimalkan dampak pencemaran. Pembuatan alat ini dilakukan melalui kerja sama antara mahasiswa dan warga setempat dengan semangat gotong royong. Bahan yang digunakan relatif sederhana dan mudah diperoleh, sehingga memungkinkan untuk direplikasi secara mandiri oleh masyarakat di kemudian hari.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik incinerator, tetapi juga mencakup edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari mitigasi bencana. Mahasiswa memberikan sosialisasi tentang pemilahan sampah organik dan nonorganik, bahaya pembakaran sampah secara terbuka, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif terhadap risiko bencana.

Foto Proses Pembangunan Incinerator

Dalam konteks mitigasi bencana, pengelolaan sampah yang baik memiliki peran penting dalam mencegah berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran, penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan banjir, serta potensi kebakaran akibat tumpukan sampah kering. Dengan adanya incinerator ini, diharapkan pengelolaan sampah nonorganik tertentu dapat dilakukan secara lebih terarah dan terkendali.

Pelaksanaan program ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Nyatnyono. Warga menunjukkan antusiasme dalam proses pembangunan serta komitmen untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibuat. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui program mitigasi bencana berbasis lingkungan ini, KKN UPGRIS Kelompok 20 berupaya menghadirkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Kehadiran incinerator di Desa Nyatnyono diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, sehingga tercipta lingkungan desa yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana di masa mendatang.

 

Editor: Azis

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *