Jatengx.com, Kab. Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja berupa pembuatan dan pemasangan papan edukasi mengenai penguraian sampah sebagai media informasi dan pembelajaran bagi masyarakat tentang jenis-jenis sampah serta perkiraan waktu yang dibutuhkan sampah untuk terurai di lingkungan. Papan edukasi tersebut memuat penjelasan mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, contoh-contoh sampah yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, serta dampak penumpukan sampah terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat agar dapat menerapkan kebiasaan membuang dan memilah sampah dengan benar.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa KKN UPGRIS sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat di bidang lingkungan hidup. Pelaksanaan program melibatkan bapak RT 02 yang turut membantu dalam proses pemasangan papan edukasi. Sasaran utama kegiatan ini Adalah seluruh warga desa, terutama anak-anak dan remaja, agar sejak dini memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memahami dampak jangka Panjang dari sampah yang tidak dikelola dengan baik.
Pemasangan papan edukasi penguraian sampah (Sumber Foto: Candra)
Program kerja pembuatan dan pemasangan papan edukasi penguraian sampah dilaksanakan pada 1 Februari 2026, mulai pukul 14.35 WIB hingga selesai.
Papan edukasi dipasang di dekat bank sampah yang berada di RT 02. Pemilihan Lokasi tersebut bertujuan agar informasi yang disampaikan dapat dengan mudah dibawa oleh warga dan menjadi pengingat visual yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dengan baik, seperti kebiasaan mencampur sampah organik dan anorganik serta membuang sampah sembarangan. Selain itu, sebagian masyarakat belum mengetahui bahwa setiap jenis sampah memiliki waktu penguraian yang berbeda-beda, bahkan ada yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai, seperti plastik dan kaca.
Kondisi tersebut dapat berdampak terhadapĀ pencemaran lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, menjadi sarang penyakit, serta mengganggu keindahan lingkungan desa. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang sederhana, menarik, dan informatif agar masyarakat lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lingkungan dan identifikasi permasalahan terkait pengelolaan sampah di desa. Mahasiswa KKN kemudian melakukan koordinasi dengan perangkat desa untuk menentukan lokasi pemasangan papan edukasi yang paling efektif. Selanjutnya, mahasiswa merancang desain papan yang berisi informasi mengenai jenis-jenis sampah, contoh bahan seperti sisa makanan, daun kering, plastik, kertas, kaleng, dan kaca, serta estimasi waktu penguraian masing-masing jenis sampah.
Editor: Azis

