KKN Universitas IVET  Bersama Ibu PKK RT 4 Gelar Sosialisasi Maggot dan Bak Sampah Berbasis Circual Economy

Jatengx.com, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ivet yang tergabung dalam kelompok KKN Dharmaloka Desa Trisobo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, melaksanakan program kerja bertajuk Sosialisasi Maggot dan Bak Sampah Berbasis Circular Economy bersama Ibu PKK RT 4. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada 8 Febuari 2026 di lingkungan RT 4 Desa Trisobo. Acara berlangsung dengan antusiasme tinggi dari warga, terutama para ibu rumah tangga yang selama ini menjadi pihak paling dekat dengan pengelolaan sampah di rumah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Ivet memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah, pemanfaatan maggot sebagai pengurai sampah organik, serta pengadaan bak sampah sebagai sarana pendukung kebiasaan membuang sampah sesuai jenisnya.

Koordinator program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab permasalahan sampah rumah tangga yang masih sering ditemui di lingkungan desa. Sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan sisa makanan kerap bercampur dengan sampah plastik, sehingga menyulitkan proses pengolahan dan mempercepat timbulnya bau tidak sedap. Selain itu, minimnya sarana bak sampah terpisah membuat sebagian warga masih membuang sampah secara campur atau bahkan membakarnya.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa sampah organik sebenarnya bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satunya melalui maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengurai sampah organik dengan cepat. Hasilnya pun dapat menjadi pakan ternak atau ikan, sehingga bernilai ekonomi,” ujar salah satu mahasiswa KKN dalam pemaparan materi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan konsep circular economy atau ekonomi sirkular sebagai pendekatan utama. Ekonomi sirkular merupakan sistem yang mendorong pemanfaatan kembali sumber daya agar tidak berakhir sebagai limbah. Dengan kata lain, sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, melainkan dapat menjadi bahan yang dapat diolah kembali sehingga memiliki manfaat.

Penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah rumah tangga dinilai sangat relevan bagi masyarakat Desa Trisobo. Pasalnya, sebagian besar warga masih memiliki aktivitas berkebun, beternak, serta beberapa yang memiliki kolam ikan. Oleh karena itu, pemanfaatan maggot menjadi solusi yang tepat karena hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan maupun unggas, sekaligus membantu mengurangi volume sampah organik.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga disertai sesi praktik dan simulasi. Mahasiswa memperlihatkan cara sederhana memilah sampah organik dan non-organik, serta cara memanfaatkan bak sampah sebagai langkah awal menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Bak sampah yang diperkenalkan dalam kegiatan ini dibuat dengan sistem pemisahan, sehingga warga dapat langsung membedakan sampah organik dan anorganik.

Ibu PKK RT 4 turut berperan aktif dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadi penggerak agar kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan warga. Ketua PKK RT 4 menyampaikan apresiasinya terhadap program kerja mahasiswa KKN Universitas Ivet yang dinilai bermanfaat dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat senang dengan adanya sosialisasi ini. Selama ini banyak warga yang belum paham cara memilah sampah, apalagi tentang maggot. Ternyata maggot bisa jadi solusi yang bagus untuk sampah organik. Harapannya, setelah kegiatan ini, warga bisa lebih peduli dan mulai membiasakan diri memilah sampah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa budidaya maggot tidak memerlukan biaya besar dan dapat dilakukan secara sederhana. Maggot BSF mampu mengurai sampah organik dalam waktu singkat, sehingga sampah tidak menumpuk dan tidak menimbulkan bau yang mengganggu. Selain itu, residu hasil penguraian maggot juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos untuk tanaman.

Dalam sosialisasi, mahasiswa menjelaskan langkah awal budidaya maggot, mulai dari memilah sampah organik, menyiapkan wadah sederhana, hingga menjaga kebersihan agar tidak menimbulkan bau. Kegiatan ini dinilai berdampak positif karena membantu mengurangi permasalahan sampah yang dapat memicu pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Salah satu warga RT 4 Desa Trisobo mengaku mendapatkan wawasan baru. Ia menyampaikan bahwa sampah organik yang biasanya dibakar atau dibuang ternyata dapat diolah menggunakan maggot dan bahkan bermanfaat sebagai pakan ikan.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya bak sampah terpisah sebagai sarana pendukung pemilahan sampah. Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan kendala seperti belum terbiasa memilah sampah dan sampah organik yang mudah menimbulkan bau. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa memberikan solusi sederhana, yaitu memilah sampah sejak dari rumah dan memanfaatkan maggot untuk mengurangi timbunan sampah.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif serta ajakan agar program dapat berlanjut setelah KKN selesai. Mahasiswa berharap Ibu PKK RT 4 dapat menjadi penggerak agar kebiasaan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dapat diterapkan secara berkelanjutan di Desa Trisobo.

Penulis : KKN Dharmaloka, Desa Trisobo, Kabupaten Kendal

Editor: Azis

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *