Wujudkan Generasi Emas yang Sehat, KKN UPGRIS Dukung Optimalisasi Posyandu Remaja dan Lansia di Langensari Timur

Jatengx.com, Kab. Semarang– Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi pilar utama dalam membangun desa yang sejahtera. Hal ini tercermin nyata di Wilayah Langensari Timur, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, di mana kesadaran warga terhadap pentingnya pola hidup sehat menunjukkan tren yang semakin positif. Guna mendukung momentum baik tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 4 terjun langsung berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dan kader desa dalam serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan terpadu yang dilaksanakan pada awal Februari 2026.

Fokus kegiatan kesehatan di wilayah ini tidak hanya menyasar satu kelompok usia, melainkan mencakup seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita, lansia, hingga remaja. Secara umum, kondisi kesehatan masyarakat Langensari Timur terus membaik berkat konsistensi pelaksanaan Posyandu, pemeriksaan rutin, serta gencar-nya sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kehadiran mahasiswa KKN memberikan energi baru dalam pelaksanaan rutin ini, mulai dari membantu administrasi, pengukuran antropometri, hingga penyuluhan kesehatan.

Namun, sorotan khusus pada kegiatan kali ini tertuju pada program Posyandu Remaja. Menyadari bahwa masa remaja adalah fase transisi yang krusial, Kelompok 4 KKN UPGRIS bersama bidan desa dan para kader berupaya menjadikan Posyandu Remaja sebagai wadah yang ramah dan edukatif. Kegiatan ini tidak sekadar memeriksa fisik, tetapi juga membangun mental. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemantauan status gizi untuk mencegah anemia dan stunting sejak dini, serta edukasi mendalam mengenai kesehatan reproduksi.

Partisipasi aktif para remaja di Langensari Timur menjadi kunci keberhasilan program ini. Mereka yang awalnya mungkin merasa canggung untuk memeriksakan kesehatan, kini mulai antusias berdiskusi mengenai gizi seimbang dan kesehatan mental. Pendekatan peer-to-peer (teman sebaya) yang dilakukan oleh mahasiswa KKN membuat suasana penyuluhan menjadi lebih cair dan interaktif.

Terkait pentingnya fokus pada kesehatan remaja ini, salah satu perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 4, Dimas Aditya Saputra, memberikan pandangannya di sela-sela kegiatan pendampingan.

“Seringkali kita lupa bahwa remaja adalah investasi terbesar desa. Melalui Posyandu Remaja, kami ingin menanamkan pola pikir bahwa ‘keren’ itu adalah sehat secara fisik dan mental. Kami tidak hanya mengecek tensi atau berat badan, tapi kami ingin memastikan mereka memiliki pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pergaulan bebas, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berdaya dan berkarakter,” ujar Dimas dengan antusias.

Sinergi antara tenaga kesehatan puskesmas, kader desa yang telaten, serta inovasi dari mahasiswa KKN terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi warga. Dukungan lintas sektor ini menciptakan ekosistem lingkungan yang suportif, aman, dan sejahtera. Warga tidak lagi memandang kesehatan sebagai pengobatan saat sakit, melainkan sebagai upaya pencegahan yang menyenangkan.

Melalui keberlanjutan program Posyandu Remaja dan pelayanan kesehatan dasar lainnya, diharapkan Wilayah Langensari Timur dapat terus mencetak sumber daya manusia yang unggul. Kegiatan ini membuktikan bahwa ketika masyarakat, pemerintah desa, dan akademisi bergerak bersama, standar kesehatan masyarakat bukan lagi sekadar angka statistik, melainkan budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari warga Ungaran Barat.

 

 

Editor: Azis

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *