Jatengx.com, Klaten – Potensi gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu menuntut masyarakat untuk selalu siap menghadapi kondisi darurat. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan edukasi kebencanaan dengan fokus pada pemahaman kebutuhan logistik darurat bagi warga Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.
Kegiatan edukasi yang dilaksanakan di pertemuan rutinan ini diikuti oleh warga dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Mahasiswa KKN UNDIP menilai bahwa kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi merupakan langkah krusial untuk meminimalkan risiko korban dan kerugian saat gempa bumi melanda.
Sabrina Devi Maylutvia selaku penanggungjawab proker, menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesiapan logistik secara mandiri. Hal tersebut disebabkan oleh minimnya informasi mengenai barang-barang penting yang dibutuhkan pada saat terjadi bencana. “Sebagian besar warga masih beranggapan bahwa bantuan akan langsung datang saat bencana terjadi. Padahal, pada kondisi tertentu, masyarakat perlu bertahan secara mandiri setidaknya selama 72 jam pertama,” jelasnya.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN UNDIP menjelaskan konsep ‘emergency kit’ atau tas siaga bencana yang idealnya dimiliki oleh setiap keluarga. Tas tersebut berfungsi sebagai perlengkapan utama saat evakuasi atau ketika harus bertahan di lokasi aman sementara. Beberapa kebutuhan logistik yang disarankan antara lain makanan siap saji, air minum yang cukup untuk beberapa hari, obat-obatan pribadi, perlengkapan P3K, masker, senter, baterai cadangan, peluit, pakaian ganti, serta perlengkapan kebersihan. Selain itu, warga juga dianjurkan untuk menyimpan salinan dokumen penting seperti KTP, kartu keluarga, dan surat berharga lainnya dalam wadah tahan air.
Salah satu warga, Bapak Sukarman, mengaku mendapatkan pemahaman baru dari kegiatan tersebut. “Selama ini kami tidak pernah menyiapkan tas darurat. Setelah ada penjelasan dari mahasiswa KKN, kami jadi tahu apa saja yang harus disiapkan sebelum gempa terjadi,” ujarnya.
Kepala Desa, Desa karangturi, Bapak Sukarmin menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN UNDIP dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kapasitas warga menghadapi potensi bencana alam. “Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus dilakukan agar warga semakin sadar pentingnya kesiapsiagaan,” katanya.
Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN UNDIP kepada masyarakat. Selain menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, mahasiswa juga berkontribusi dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat desa.
Dengan mengusung semangat “siaga sebelum gempa”, mahasiswa KKN UNDIP berharap pengetahuan yang dibagikan dapat menjadi bekal penting bagi warga dalam menghadapi situasi darurat secara lebih tenang, terorganisir, dan mandiri.
Editor: Azis

