Jatengx.com, Wonogiri — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pendampingan penerapan sistem pencatatan stok sederhana secara manual pada UMKM di Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, pada Selasa, 28 Januari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Reiza Syahrani, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi, sebagai upaya membantu pelaku UMKM dalam memantau persediaan barang secara lebih akurat. Reiza menjelaskan bahwa latar belakang kegiatan ini adalah masih belum tertatanya pencatatan stok pada sejumlah UMKM yang berpotensi menimbulkan penumpukan barang, kehilangan stok, serta risiko barang kedaluwarsa. Ia menyampaikan bahwa “melalui pendampingan ini, pelaku UMKM diharapkan dapat memahami pentingnya pencatatan stok yang sederhana namun konsisten untuk mendukung keberlangsungan usaha.” Ujarnya

Pendampingan dilakukan dengan menyediakan kartu stok barang manual dan leaflet edukasi yang berisi panduan pencatatan stok secara sederhana, terstruktur, dan mudah diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Selain itu, Reiza juga memberikan penjelasan mengenai penerapan metode First In First Out (FIFO), yaitu prinsip pengelolaan persediaan di mana barang yang pertama masuk harus dikeluarkan terlebih dahulu guna menjaga kualitas barang dan mengurangi risiko kedaluwarsa.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendatangi langsung lima UMKM di Desa Gedong, yakni Seblak D’Jamoe, Toko Sedulur Tani, Gemilang Laundry, Bocil 99 Mart, dan Berlian Cell. Para pelaku UMKM menyambut kegiatan ini secara positif karena program yang dijalankan dinilai relevan dengan kebutuhan usaha mereka, khususnya dalam pengelolaan persediaan barang.
Beberapa pelaku UMKM menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat langsung bagi usaha mereka. Salah satu tanggapan yang disampaikan adalah, “Dengan adanya kartu stok, pencatatan barang menjadi lebih mudah dan sangat bermanfaat.” Pelaku UMKM lainnya juga menyatakan bahwa pencatatan stok membantu mereka mengetahui kondisi persediaan secara lebih jelas dan teratur.
Hasil kegiatan menunjukkan tersedianya kartu stok barang manual dan leaflet edukasi sebagai alat bantu pencatatan persediaan. Pelaku UMKM menjadi lebih mampu memantau stok barang secara rapi dan akurat, sehingga risiko kehilangan barang, penumpukan stok, dan barang kedaluwarsa dapat diminimalkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Gedong dapat menerapkan pencatatan stok dan metode FIFO secara berkelanjutan guna meningkatkan efisiensi dan keberlangsungan usaha.
Editor : Azis

